Injil Minggu Biasa V B

Injil Minggu Biasa V/B tgl. 5 Feb 12 (Mrk 1:29-39 )

Rekan-rekan yang budiman!

Mrk 1:29-39 mengisahkan kegiatan Yesus sehabis mengajar dan mengusir roh
dari orang yang kerasukan pada pagi hari yang sama (Mrk 1:21-28). Sore hari
itu, di rumah Simon dan Andreas, ia menyembuhkan ibu mertua Simon yang
menderita demam. Petang harinya, ia sibuk menyembuhkan orang-orang lain dari
penyakit dan kerasukan setan. Keesokan harinya, pagi-pagi buta, ia pergi
berdoa di tempat terpencil. Ketika Simon dkk. menemukannya dan mengatakan
bahwa banyak orang mencarinya, Yesus malah mengajak mereka pergi ke
kota-kota di sekitarnya untuk mewartakan Injil, karena, kata Yesus sendiri,
untuk itulah ia datang.

Markus sengaja menaruh kegiatan Yesus dalam kerangka siang hari, sore,
petang, dan pagi hari esoknya. (Kerangka ini diikuti dalam Luk 4:31-44;
Matius tidak memakainya.) Irama kehidupan itu mengikuti irama alam,
khususnya matahari. Dalam masyarakat dulu, kegiatan mencari nafkah selesai
pada saat matahari terbenam. Setelah itu, di lingkungan orang Yahudi saleh,
waktu petang dan malam dipakai untuk mendalami Taurat, membaca kehidupan
lewat teks-teks sakral. Pada hari Sabat, pendalaman Taurat seperti ini
dijalankan sepanjang hari. Kita catat, Markus menampilkan kegiatan Yesus
kali ini pada hari Sabat: pagi mulai mengajar di sinagoga menerangkan
Taurat. Dan terang Taurat yang dibawakannya itu menyingkirkan roh jahat yang
merasuki orang yang waktu itu ada di sana (Mrk 1:21-28). Markus hendak
menunjukkan bahwa penyembuhan yang dilakukan Yesus itu terjadi dalam rangka
pendalaman Sabda bagi orang banyak. Yesus bukan orang yang mau melawan
lembaga kekudusan Sabat. Ia malah membuat hari itu semakin luhur! Kita
perhatikan bahwa Yesus juga tidak mengangkat bangun ibu mertua Simon. Ia
cuma memegang tangannya dan itu cukup untuk membuat demamnya lenyap.

KOK "GRENG" RASANYA

TANYA: Bu, tolong ceritakan sendiri pengalaman sore itu.
JAWAB: Kan sudah ditulis oleh Mark, juga diceritakan kembali Matt dan Luc.
TANYA: Bagaimana keadaan ibu waktu itu?
JAWAB: Demam. Sudah beberapa hari terbaring. Siap mati. Eh, tahu-tahu ada
orang yang memegang tangan saya!
TANYA: Menurut Mark (Mrk 1:31), sambil memegang tangan ibu, Yesus
"membangunkan" ibu dan saat itu juga demam hilang. Apa beliau menyuruh
bangun, atau malah mengangkat dan mendudukkan? Soalnya, Matt (Mat 8:15) dan
Luc (Luk 4:39) tidak mengatakan Yesus membangunkan. Mereka bilang ibu
"bangun", itu saja.
JAWAB: Kok aneh-aneh tanyanya! Sang Guru dari Nazaret yang didatangkan
menantu saya itu hanya memegangi tangan saya. Wah, nak, rasanya... greng!
Ada kekuatan yang masuk mengusir demam itu keluar. Luc tentunya juga tahu
meski ia tidak ikut mengatakan Yesus memegangi tangan saya.
TANYA [rada geli]: Omong-omong, "greng" yang ibu sebut tadi apa sih?
JAWAB: Eh, nganggap nenek bikin-bikin! Ndak ingat cerita Mrk 5:30? Yesus
merasa ada tenaga keluar dari dirinya - "greng" tadi - ketika ujung jubahnya
dipegang oleh perempuan yang menderita pendarahan kronik 12 tahun? Lihat Luk
8:46 sekalian dah!
TANYA: Tanpa mengguncang-guncang badan ibu? Jadi yang disebut Matt dan Luc
itu ya benar. Demam lantas pergi dan ibu bangun sendiri.
JAWAB: Benar!
TANYA [kepada seorang ahli tafsir]: Yesus tidak mengangkat ibu itu dari
posisi tidur. Tapi kok Mark memakai ungkapan "membangunkan"? Matt dan Luc
tidak menyebutnya. Perkara kata, tapi bikin penasaran nih.
AHLI: Dalam kisah-kisah penyembuhan waktu itu, ungkapan "membangunkan"
memang biasa dipakai dengan arti menyembuhkan, tidak dalam arti harfiah
mengangkat. Mark memakainya dalam arti luas ini.
TANYA [kepada ibu mertua Simon lagi]: Sesudah sembuh, ibu lalu "melayani
mereka". Apa yang ibu lakukan?
JAWAB: Menyiapkan makan bagi Yesus dan murid-muridnya. Sudah menjelang
petang, saat orang makan.
TANYA [kepada ahli tafsir]: Mark dan Luc menyebutkan ibu mertua Simon
"melayani mereka", tapi Matt menulis "melayani dia", maksudnya Yesus. Apa
perbedaan ini penting?
AHLI: Matt hendak memusatkan pandangan kepada Yesus, sedangkan Mark
menceritakan kejadiannya secara umum. Begitu pula Luc.
TANYA: Masih ada satu soal. Luc mencatat, Yesus "membentak pergi" demam itu,
begitu dalam teks Yunaninya. Mark dan Matt tidak sejelas itu. Bisa
dikomentari perbedaan ini?
AHLI [tersenyum]: Itu cara Luc mengatakan Yesus kini bertindak dengan wibawa
ilahi untuk mengeluarkan demam. Luc juga mau menunjuk pada hubungan penyakit
dengan kekuatan jahat. Orang-orang waktu mungkin menduga ibu mertua Simon
itu tentunya dikerjain orang, kena guna-guna. Dalam Injil, penyembuhan dan
pengusiran kekuatan jahat kerap ditampilkan sebagai dua sisi dari satu mata
uang. Ini kunci memahami kisah penyembuhan.

MEMBUNGKAM

Setelah menyembuhkan ibu mertua Simon, Yesus dijamu di rumah itu bersama
para muridnya. Sementara itu berdatanganlah penduduk ingin menemui Yesus.
Petang itu ia menyembuhkan orang dari penyakit dan kerasukan setan. Dalam
ay. 34 dikatakan bahwa Yesus tidak memperbolehkan setan-setan berbicara.
Alasannya, mereka mengenal Dia. Tulisan Markus ini seperti teka-teki.
Setan-setan itu tahu betul siapa Yesus. Mereka dapat menyuarakan pengetahuan
mereka, seperti halnya roh jahat yang merasuki orang yang pada pagi hari itu
berada sinagoga. Tapi di situ Yesus membentak diam roh tadi. Kini ia juga
membungkam setan-setan. Mengapa Yesus tidak membiarkan mereka
memperdengarkan kata-kata mereka mengenai dia? Kan yang dikatakan tidak
salah. Di sinagoga pagi itu roh jahat mengatakan Yesus itu Yang Kudus dari
Allah. Benar. Kenapa tak boleh?

Di satu pihak kekuatan-kekuatan jahat memang tahu betul siapa Yesus itu. Di
lain pihak mereka memakai pengetahuan itu bukan untuk meluruskan hidup
orang, tapi untuk mengacaukan dan malah untuk menyesatkan. Mereka mulai
dengan membisikkan pengetahuan yang benar, tapi pelan-pelan mereka membuat
hati orang tertutup pada hal-hal baru yang dibawakan Yesus. Simon Petrus
sendiri nanti akan terbawa ke sana dan ia dibentak diam oleh Yesus (Mrk 8:33
Mat 16:23). Yesus hanya akan dipandang sebagai penyembuh dari penyakit dan
kerasukan, sebagai guru bijaksana, sebagai orang yang mempesona. Ia menjadi
pusat perhatian. Lama kelamaan Injil yang dibawakannya akan dikaburkan oleh
ketenarannya dirinya. Inilah yang dimaui oleh roh-roh jahat tadi. Mereka mau
memisahkan Yesus dari warta yang dibawakannya. Bila terjadi, Yesus akan
menjadi lemah kendati di mata orang ia tampak sukses. Kekuatannya bakal
pudar karena ia tidak lagi membawakan Injilnya sendiri, tetapi jadi takabur
dan membiarkan diri dipandang sebagai orang besar, tidak lagi menunjukkan
kebesaran Kerajaan Bapanya!

DI TEMPAT SUNYI

Orang-orang menunggu Yesus semalaman. Pada pagi hari berikutnya makin banyak
orang lagi berkumpul dan mencari dia. Tetapi Yesus sudah lebih dahulu keluar
pergi berdoa di sebuah tempat terpencil. Ia kiranya tahu betul betapa besar
godaan yang kini mengiringi semua tindakan baiknya. Ia tahu tak akan dapat
terus tanpa kekuatan dari atas sana. Begitulah ia menjauh dari orang banyak
mencari tempat sunyi dan membiarkan diri dibimbing roh yang sejak
baptisannya turun ke atasnya. Yesus mencari keheningan agar semakin mampu
melihat kehadiran ilahi di dalam kehidupannya. Inilah yang membuatnya tahan
menjalankan perutusannya. Inilah yang membuatnya ditakuti kekuatan-kekuatan
jahat.

Apa arti pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap? Mark itu pencerita ulung.
Beberapa hal sengaja tak disebut jelas tetapi malah membuat pembaca
menemukannya sendiri. Tentunya selama berdoa pagi-pagi benar itu Yesus
memandangi fajar menyingsing, melihat matahari mulai menyingkirkan
kegelapan. Mark mau mengajak pembaca sampai ke gagasan ini. Yesus saat itu
membaca gerak alam, dan itulah doanya. Ia melihat Dia yang memberinya
kekuatan bagaikan matahari yang mulai bersinar mengusir kekelaman,
perlahan-lahan, tetapi pasti. Bagi Yesus, meluangkan diri mengikuti gerak
gerik Yang Ilahi itu mutlak. Itu sumber kekuatannya. Dan kekuatan ini juga
bisa diteruskannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Di mana saja.

Kendala bagi pewarta kedatangan Yesus ialah mengajarkan tentang dia tanpa
menerimanya dengan tulus. Akan seperti roh jahat yang menyuarakan pelbagai
kebenaran mengenai siapa Yesus tapi tidak menghayatinya. Roh jahat tidak
bisa menerima kehadirannya. Karena itu kata-kata mereka kosong. Tak ada
bobotnya. Karena itu pewartaan yang tak disertai keakraban dengan yang
diwartakan tidak akan memperkaya batin orang. Malah bisa membebani.

Ketika murid-muridnya mendapati dia dan memintanya menemui orang-orang yang
sudah menunggu, Yesus malah mengajak para murid pergi ke tempat lain, agar
di sana pun Injil diberitakan. Seperti matahari yang bersinar ke mana-mana,
begitulah ia merasa perlu pergi ke tempat-tempat lain membawakan Kabar
Gembira, dan mengusir setan, mulai pagi hari setelah Sabat. Seperti pagi
hari kebangkitannya nanti!

Salam hangat,
A. Gianto

No comments:

Post a Comment