Pages

Injil Minggu Biasa 17 B 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVII B Juli 2015 (Yoh 6:1-15

BY A. GIANTO ON JULY, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

BINGKISAN KASIH

INJIL Minggu Biasa XVII tahun B, Yoh 6:1-15, mengisahkan bagaimana Yesus mampu memberi makan lima ribu orang dengan membagi-bagikan lima roti jelai dan dua ikan yang kebetulan tersedia pada waktu itu. Sisa potongan roti setelah semua orang makan bahkan mencapai dua belas bakul penuh! Apa wartanya? Sebelum membicarakan lebih lanjut, marilah kita memahami kisah "Yesus memberi makan orang banyak" bukannya sebagai tindakan ajaib "memperbanyak makanan" semata-mata. Tekanan diletakkan pada perhatian Yesus kepada orang-orang yang mendatanginya, bukan pada mukjizatnya sendiri.

Injil Minggu Biasa 16 B 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVI/B Jul 2015 (Mrk. 6:30-34) 


SEJENAK KE TEMPAT SUNYI

Rekan-rekan yang baik!

KEDUA belas murid yang diutus dua berdua ke pelbagai tempat untuk menyiapkan kedatangan Yesus kini kembali berkumpul dengan dia. Injil jelas-jelas menyebut mereka "rasul", artinya orang yang diutus. Dalam pengutusan itu mereka dibekali kuasa atas roh jahat sehingga orang-orang yang mereka datangi dapat mulai mengenal siapa yang mengutus. Orang yang luar biasa. Dan ia bakal datang sendiri ke tempat kami! Tak mengherankan banyak yang tak sabar menunggu. Ada yang mengikuti para rasul yang kembali menemui sang Guru. Orang-orang itu ingin segera melihat sendiri siapa dia yang dikabarkan para utusannya. Itulah suasana yang melatari Mrk 6:30-34 yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XVI tahun B ini. Para pendengar di zaman ini boleh mencoba memasuki suasana batin itu dengan ikut merasa-rasakannya.

Lalat di dalam sup ateis

Ateis: Apa yang dilakukan lalat ini di sup saya?

Pelayan: Berdoa.

Ateis: Ini lelucon yang tidak lucu!!!u. Saya tidak bisa makan sup ini. Ambillah kembali.

Pelayan: Anda lihat, kan? Doa si lalat terjawab!!!

Injil Minggu Biasa 15 B - 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVB, Juli 2015 (Mrk 6:7-13

BY A. GIANTO ON JULY, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

TULUS MENGHARAPKAN KEDATANGANNYA

Rekan-rekan yang budiman!

BAGI keduabelas murid, seperti diutarakan dalam Mrk 6:7-13 (Injil Minggu Biasa XV tahun B), diutus berarti siap berangkat mewartakan tobat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit. Juga para utusan diminta agar berani pergi tanpa membawa kelengkapan. Hanya yang paling dibutuhkan boleh dipakai: tongkat dan alas kaki saja. Mereka juga tak boleh takut tidak diterima dengan baik. Itukah syarat-syarat agar dapat memakai kuasa yang dipercayakan Yesus kepada mereka? Begitulah perasaan kedua belas murid pada waktu itu. Ay. 12-13 memberi kesan bahwa mereka sanggup menjalankan pengutusan ini dengan gairah.

Injil Minggu Biasa XIV B 2015

 Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XIVB, Juli 2015 (Mrk 6:1-6)

By A. Gianto on July 1, 2015 Jendela Alkitab, Mingguan

HERAN MEREKA TIDAK PERCAYA

DALAM Mrk 6:1-6, yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XIV tahun B, diceritakan bahwa di Nazaret, di tempat asalnya sendiri, Yesus “tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun”. Amat berbeda dengan bagian-bagian sebelumnya yang mengisahkan bagaimana ia meredakan angin ribut, mengusir banyak roh jahat dari orang Gerasa, menyembuhkan seorang perempuan, dan menghidupkan kembali anak Yairus. Di Nazaret pengajarannya memang dikagumi dan kabar mengenai mukjizat-mukjizatnya jadi bahan pembicaraan. Tetapi orang-orang itu tidak bisa menerima bahwa dia itu cuma salah seorang dari antara mereka sendiri. Mereka sudah mengenal latar belakang pekerjaannya dan keluarganya. Tak ada yang baru! Dan mereka “tersandung olehnya” (terjemahan LAI: “menolak dia”), demikian catat Markus.