Injil Minggu XX C 18 Agustus 2013 (Luk 12:49-53 )
Rekan-rekan yang budiman!
Ada terungkap dalam Luk 12:49-53 (Injil Minggu XX/C) serangkaian pernyataan Yesus yang keras nadanya. Heran mengapa pribadi yang biasanya tenang dan lembut itu kali ini tampil mengancam. Malah terang-terangan ia bilang, keliru kalau menyangka dirinya membawakan "damai". Kali ini, tegasnya sendiri, yang didatangkannya ialah pertentangan. Jadi apa inikah sisi Yesus yang mengobarkan konflik?
Marilah kita dekati teksnya. Dua ayat pertama dari petikan di atas (ay. 49-50) hanya didapati dalam Injil Lukas. Tiga ayat berikutnya (ay. 51-53) diolah kembali oleh Lukas dari bahan yang juga dipakai dalam Mat 10:34-36. Bagian yang khusus Lukas tadi memuat dua ibarat yang kiranya cukup dikenal oleh para murid Yesus ketika itu, yakni "api" dan "baptisan". Ada baiknya diketahui bahwa kumpulan perkataan Yesus yang bergema dalam ayat 49-50 itu berasal dari masa sesudah Yesus bangkit. Kehadirannya dalam ujud baru, yakni dalam Roh, bisa dialami para murid. Oleh karena itu, guna memahami perkataan Yesus dalam petikan kali ini baiklah diselami pengalaman para murid pertama tadi. Tidak usah buru-buru menerapkan kata-kata tadi bagi kehidupan masa kini dengan risiko malah meleset dan bertentangan dengan yang hendak diutarakan Injil sendiri.