Featured Post

Injil Minggu Biasa XXII - C 28 Agustus 2016

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XXII/C 28 Agustus 2016 By A. Gianto on August, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan Tempat Terhormat...

Jangan Ubah Dunia! Ubahlah Dirimu Sendiri!

Anak muda: 
Dunia ini penuh dengan manusia yang berhati batu, manusia yang tak acuh, manusia yang kejam; dan bagaimanakah anda bisa merubah orang-orang seperti itu?

Manusia yang enggan disebut guru atau mesias: 
Dunia ini penuh dengan manusia berhati batu, manusia yang tak acuh, manusia yang kejam, dan bagaimanakah anda bisa merubah orang-orang seperti itu? Itukah? Mengapa anda pusing tentang merubah orang lain? Rubahlah dirimu sendiri. Kalau tidak, jika anda menjadi dewasa nanti, anda juga akan berhati batu. Anda juga akan menjadi tak acuh. Anda juga akan menjadi kejam. Generasi yang lampau akan lenyap, mereka pergi, dan anda datang, dan jika ternyata anda juga berhati batu, tak acuh, kejam, anda juga akan membangun masyarakat yang sama. Yang penting ialah anda yang berubah, anda tidak berhati batu, anda bukan tak acuh. Jika anda berkata semua ini adalah masalah generasi tua, pernahkah anda melihat mereka, pernahkah anda memperhatikan mereka, pernahkah anda bersimpati dengan mereka? Jika demikian, anda akan berbuat sesuatu. 

Ubahlah dirimu dan ujilah dengan tindakan. Tindakan yang demikian adalah sesuatu yang paling luar biasa. Tetapi kita ingin merubah semua orang dan bukan diri kita sendiri, yang sesungguhnya berarti, kita tidak ingin berubah, kita ingin orang lain berubah, sehingga dengan begitu kita tetap berhati batu, tak acuh, kejam, mengharap lingkungan akan berubah sehingga kita bisa terus dengan cara kita sendiri. Mengertikah anda apa yang saya bicarakan?

Anak muda:
Anda minta kita berubah, kita berubah menjadi apa?

Santo Tarsisius - Diperingati Setiap 15 Agustus

Santo Tarsisius
Diperingati 15 Agustus
Keberadaan martir muda Romawi ini ditemukan dalam sebuah puisi yang ditulis oleh Paus Damasus untuk menghormatinya. Dalam puisi itu Paus Damasus membandingkan kemartiran Santo Tarsisius dengan kemartiran Santo Stefanus di abad pertama. Mereka sama-sama mati dirajam demi iman mereka akan Yesus Kristus. Stefanus mati dirajam orang-orang Yahudi di Yerusalem dan Tarsisius yang sedang membawa Sakramen Mahakudus, mati diserang oleh gerombolan orang kafir Romawi. Paus Damasus menulis :

“...Ketika sebuah kelompok jahat fanatik melempari diri Tarsisius yang membawa Ekaristi, ingin Sakramen itu tak dicemarkan, anak laki-laki itu lebih suka memberikan nyawanya daripada memberikan Tubuh Kristus kepada para anjing liar ......." .

Selain tulisan dari Paus Damasus ini; tidak ada catatan tentang kehidupan pahlawan Kristiani yang masih sangat belia ini. Dia mungkin adalah seorang diakon; karena Paus Damasus membandingkan dia dengan Stefanus. Tradisi yang berkembang beberapa abad setelah kemartirannya kemudian menyebutkan bahwa Santo Tarsicius adalah seorang putera altar, yang menerima mahkota kemartirannya saat sedang menghantarkan Sakramen Ekaristi bagi para tahanan kristiani yang akan dihukum mati. Namun suatu hal yang pasti adalah bahwa kemartirannya terjadi pada masa penganiayaan di pertengahan abad ketiga, dalam masa pemerintahan kaisar Valerianus. Santo Tarsisius dimakamkan di Katakombe Santo Kalisitus di Roma. Sebuah Prasasti yang indah dikemudian hari dibangun oleh Paus Damasus dan ditempatkan dimakamnya. 

Bruder Frans Nonton Bioskop

Jam 8 pagi di kantor bioskop.

Kriiiiing....! Telpon di meja kantor bioskop XXl berbunyi.

Bruder Frans: "Halloo pak.... saya mau nanya, bioskop buka jam berapa.... ?"

Penjaga: "Jam satu pak.

Bruder Frans: "Bisa buka jam sembilan tidak pak?"

Penjaga: "Gak bisa. Biasa jam satu bukanya."

Jam 11, telepon bunyi lagi.

Injil Minggu Biasa XXII - C 28 Agustus 2016

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XXII/C 28 Agustus 2016

By A. Gianto on August, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan

Tempat Terhormat…Bagi Siapa Saja!

Rekan-rekan yang baik!

PARA pengikut Yesus dalam Gereja Perdana makin sadar bahwa mereka diutus bepergian ke pelbagai penjuru dunia menyampaikan Kabar Gembira dengan menyembuhkan orang sakit, mengajar dan meneguhkan iman. Orang cacat, orang buta, janda miskin mereka usahakan agar tidak melulu menjadi penerima sedekah atau orang-orang yang ditolerir keberadaannya, melainkan menjadi bagian dalam kehidupan mereka. Itulah kerasulan murid-murid generasi awal. Sebelumnya tak banyak didengar bahwa iman dapat diwartakan dalam ujud pelayanan bagi kemanusiaan. Para pemimpin mereka memang mendapatkan ilham dari kehidupan dan karya Yesus Sang Mesias sendiri. Dalam mewartakan kedatangan Kerajaan Allah ia menyembuhkan orang, mengusir setan, memperkenalkan kerahiman Tuhan, meninggikan nilai kemanusiaan. Ia juga mengikutsertakan murid-muridnya dalam kegiatannya sehingga mereka menjadi rekan sekerjanya. Bagaimana Injil Minggu Biasa XXII C (Luk 14:1.7-14) dapat membantu kita mendalami hal tadi?

Kenapa Orang Jujur Bisa Berbohong?

Suatu hari, ketika seorang kakek penebang kayu, kehilangan satu-satunya kapak yang ia punya karena terjatuh ke sungai.

Dia menangis dan berdoa, hingga muncul malaikat dan bertanya kepadanya: 

“Mengapa engkau menangis?”

Sambil terisak, si kakek bercerita tentang satu-satunya kapak alat pencari nafkahnya telah terjatuh ke dalam sungai.

Malaikat menghilang seketika dan muncul kembali dengan membawa Kapak Emas sambil bertanya:

“Apakah ini kapakmu?”