Featured Post

Ulasan Injil Minggu 20 Agustus 2017 - Permintaaan Sang Perempuan Kanaan

By A. Gianto on August, 2017 Permintaaan Sang Perempuan Kanaan BACAAN Injil kali ini ( Mat 15:21-28 ) mengisahkan perjumpaan Yesu...

Gerbang Agung Pintu Surga

Jaman dahulu ada seorang lelaki yang baik hatinya. Ia telah menjalani hidupnya dengan melakukan segala hal yang memungkinkan orang masuk sorga. Ia memberi harta kepada si miskin, ia mencintai sesamanya, dan ia mengabdi kepada mereka. Karena mengingat pentingnya kesabaran, ia senantiasa bertahan terhadap kesulitan yang besar dan tak diduga-duga, sering itu semua demi kebahagiaan orang lain. Iapun mengadakan perjalanan jauh-jauh untuk mendapatkan pengetahuan. Kerendahhatian dan perilakunya yang pantas ditiru begitu dikenal sehingga ia dipuji-puji sebagai seorang yang bijaksana dan warga yang baik; pujian itu terdengar mulai dari Timur sampai ke Barat, Utara sampai ke Selatan.

Segala kebaikan itu memang dijalankan --selama ia ingat melakukannya. Namun ia memiliki kekurangan, yakni kurang perhatian. Kecenderungan itu memang tidak berat, dan ditimbang dengan kebaikannya yang lain, hal itu merupakan cacat kecil saja. Ada beberapa orang miskin yang tak tertolongnya, sebab selalu saja ia kurang memperhatikan kebutuhan mereka itu. Kasih sayang dan pengabdian pun kadang-kadang terlupakan apabila yang dipikirkannya sebagai kebutuhan pribadi muncul dalam dirinya.

Si Ateis - Tuhan - Dan Beruang

Seorang ateis sedang berjalan-jalan melewati hutan. Dia berkata dalam hati, "Sungguh pohon-pohon yang sangat agung! Betapa luar biasa indahnya sungai ini! Binatang-binatang yang sangat indah!".

Saat dia berjalan di sepanjang sungai, dia mendengar gemeresik di balik semak-semak di belakangnya.

Dia berbalik badan untuk melihatnya. Dia melihat tungkai beruang sepanjang tujuh kaki beringsut ke arahnya. Dia berlari secepat mungkin sampai di jalan setapak. Dia melihat ke balik bahunya dan melihat bahwa beruang itu mendekatinya.

Dia melihat ke balik bahunya lagi, dan beruang itu tampak semakin dekat lagi.

Ulasan Injil Minggu 20 Agustus 2017 - Permintaaan Sang Perempuan Kanaan

By A. Gianto on August, 2017

Permintaaan Sang Perempuan Kanaan

BACAAN Injil kali ini (Mat 15:21-28) mengisahkan perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan Kanaan yang memohonkan penyembuhan anak perempuannya. Pada awalnya Yesus tidak menanggapi. Mengapa ia bersikap demikian? Akan dibicarakan lebih jauh di bawah. Tapi perempuan itu tadi tetap meminta dan mengikuti Yesus. Murid-muridnya pun merasa kesal dan menyarankan kepada Yesus agar menyuruh perempuan tadi pergi. Terjadi pembicaraan antara Yesus dan perempuan tadi yang berakhir dengan pujian Yesus akan iman sang perempuan dan saat itu juga anak perempuannya sembuh. Bagaimana mendalami warta kisah ini?

Injil Hari Raya Maria Diangkat ke Surga

Rekan-rekan yang baik!

Meskipun sudah dirayakan sejak abad ke-4, baru pada tahun 1950-lah pengangkatan Maria ke Surga "Jiwa dan Badan" ditegaskan secara resmi sebagai bagian ajaran kepercayaan iman. Sekitar awal abad ke-20 di beberapa kalangan para teolog berkembang aliran berpikir yang pada dasarnya menolak hal-hal yang tak bisa diterangkan dengan akal budi dan pengetahuan pada waktu itu. Pendapat seperti ini meluas pengaruhnya dalam Gereja, juga di kalangan para rohaniwan.

Cara Orang Ateis

Cara orang atheis untuk membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada adalah dengan doa minta roti.

Suatu hari, seorang guru di sebuah negara menerapkan metode tersebut kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, Tuhan itu tidak ada. Mau tahu buktinya? Coba, John maju ke depan dan berdoa kepada Tuhan minta roti!"

Anak yang pintar ini maju lalu berdoa minta roti pada Tuhan. Ternyata tidak muncul roti sepotong pun.

Pintu Gerbang Neraka dan Surga

Seorang serdadu yang bernama Nobushige mendatangi Hakuin, dan bertanya, "Apakah sebenarnya ada surga dan neraka?"

"Siapakah anda?" tanya Hakuin.

"Saya adalah seorang samurai," serdadu itu menjawab.

"Kamu, seorang serdadu!" seru Hakuin, "Penguasa manakah yang akan menjadikan anda sebagai serdadunya? Wajahmu tampak bagaikan pengemis."