Featured Post

Injil Minggu Adven II - Tahun A 4 Desember 2016

Ulasan Eksegetis Adven II Tahun A 4 Desember 2016 ( Mat 3:1-12 ) By A. Gianto, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan MENYELARASKAN LAN...

Intensi Doa Paus Selama Desember: Akhirilah Skandal Tentara Anak-anak

Intensi doa Paus Fransiskus selama Desember adalah untuk "Berakhirnya Para Pasukan Tentara Anak-anak: Bahwa skandal para pasukan tentara anak-anak bisa dihilangkan diseluruh dunia"

Kerasulan Doa membuatkan video paus tentang intensi doa tersebut.

Teks lengkap dari video paus tersebut ada dibawah ini:
Di dunia ini, yang telah mengembangkan teknologi-teknologi yang paling canggih, senjata-senjata yang dijual berujung di tangan-tangan para pasukan anak-anak. 
Kita harus melakukan segala sesuatu yang bisa dilakukan sehingga martabat anak-anak bisa dihormati, dan akhirilah bentuk perbudakan ini. 
Siapapun Anda, bila Anda tergerakkan seperti halnya saya, Saya mohon kepada Anda untuk bergabung dalam intentsi doa ini: Bahwa skandal tentara anak-anak bisa dihilangkan diseluruh dunia.

Injil Minggu Adven II - Tahun A 4 Desember 2016

Ulasan Eksegetis Adven II Tahun A 4 Desember 2016 (Mat 3:1-12)


By A. Gianto, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan

MENYELARASKAN LANGKAH

Dalam Mat 3:1-12 (Injil Minggu Adven II tahun A) dikisahkan bagaimana Yohanes Pembaptis tampil mengumumkan kedatangan Kerajaan Surga serta menyerukan agar orang bertobat. Dalam bahasa sekarang, seruan ini sama dengan ajakan memahami apa yang sedang terjadi dalam diri kita dan dunia sekitar. Nada penuh berharap dalam bacaan pertama, Yes 11:1-10, dapat membantu memahami warta tadi. Di situ dinubuatkan kedatangan Raja Damai keturunan Isai (ayah raja Daud; leluhur Yesus juga. Bdk. Mat 1:5-6 Luk 3:32). Raja itu akan memperoleh kebijaksanaan (Yes 11: 1-2) untuk menegakkan keadilan (ay. 3-5) dan merukunkan mereka yang biasanya saling bermusuhan (ay. 6-9) dan dengan demikian ia menjadi pangkal harapan orang banyak (ay. 10).

Minggu Adven II - A - 2013 - Homili Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm


Sumber: arsip dari www.imankatolik.or.id

MINGGU ADVEN II/A/2013

Yes 11:1-10 Rm 15:4-9 Mat 3:1-12

PENGANTAR

Kecuali Injil karangan Matius (3:1-2), yang kita dengarkan hari ini, juga ketiga Injil lainnya, yaitu karangan Markus (1:1-8), Lukas (3:3-9.15-17) dan Yohannes (1:19-28) semuanya menegaskan mutlak perlu adanya pertobatan sejati untuk diselamatkan. Yang menyapa kita dalam Injil Matius ini bukan Yesus, melainkan Yohannes Pemandi yang mendahului-Nya. Dan intisari pesan yang ingin disampaikan Yohannes Pemandi kepada orang-orang Yahudi dalam masyarakat sezamannya, yaitu perdamaian dan persaudaraan adalah pesan Nabi Yesaya yang juga akan kita dengarkan dalam Bacaan I (Yes 11:1-10). Dan pertobatan yang diperlukan untuk hidup penuh damai dan persaudaraan itu, kita dengarkan dalam Bacaan II (Rom 15:4-9).

Hidup Dalam Kepura-puraan, Dalam Kemunafikan

Ceramah pertama di Alpino, 1 Juli 1933

Oleh J. Krishnamurti

Teman-teman,
Saya ingin Anda membuat temuan yang hidup, bukan temuan yang dipicu oleh uraian orang lain. Misalnya, jika seseorang mengatakan kepada Anda tentang keindahan alam di sini, Anda akan datang dengan batin Anda disiapkan oleh uraian itu, dan kemudian Anda mungkin kecewa dengan realitasnya. Tidak seorang pun dapat mendeskripsikan realitas. Anda harus mengalaminya, melihatnya, merasakan seluruh suasananya. Bila anda melihat keindahan dan kebagusannya, Anda mengalami pembaruan, peningkatan sukacita.

Gereja-gereja Tertua di Dunia

Agama Kristen sudah ada sejak abad pertama masehi. Namun gereja-gereja baru resmi didirikan sekitar tahun 300-an. Penyebabnya adalah Kristen dianggap ancaman oleh Kekaisaran Romawi yang kala itu menguasai Eropa. Para penganut agama Kristen pun dikejar-kejar dan tidak dapat beribadah dengan bebas. Setelah Kaisar Konstantin mengeluarkan “Edict of Milan” yang menghargai hak-hak beribadah umat Kristen, barulah gereja-gereja mulai berkembang. Bentuknya masih sangat sederhana dan mungkin kurang dalam hal estetika, namun memiliki sejarah yang sangat berarti bagi umatnya. Berikut gereja-gereja tertua di dunia yang masih utuh meskipun sudah mengalami pemugaran dan perbaikan dan masih digunakan untuk beribadah.

Santo Yohanes dari Damaskus - Diperingati Setiap 4 Desember

Lahir c. 676, Damaskus
Wafat 4 Desember 749, Mar Saba, Yerusalem
Dihormati di Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Lutheran, Gereja Katolik Timur
Hari peringatan 4 Desember
--o0o--

Santo Yohanes dari Damaskus (Bahasa Arab: يوحنا الدمشقي Yuḥannā Al Demashqi; Bahasa Yunani: Ιωάννης Δαμασκήνος/Iôannês Damaskênos; Bahasa Latin: Iohannes Damascenus atau Johannes Damascenus juga dikenal sebagai John Damascene, Χρυσορρόας/Chrysorrhoas, "mengalir dengan emas"—yaitu, "Sang Pembicara yang Keemasan") (c. 676 – 4 Desember 4 749) adalah seorang biarawan dan imam Gereja Katolik yang berasal dari Syria. Ia lahir dan dibesarkan di kota Damaskus dan meninggal (kemungkinan terbesarnya) di biaranya Mar Saba, sebelah tenggara kota Yerusalem.