Featured Post

Injil Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan

Injil Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan Minggu  Juni 2017 Rekan-rekan yang baik! Pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus t...

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS A/2014 - Arsip Homili Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Ul 8:2-3,14b-16a 1 Kor 10:16-17 Yoh 6:51-58

PENGANTAR

Sesudah Hari Minggu lalu kita merayakan Hari Raya Tritunggal Yang Mahakudus, Hari Minggu ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus atau Ekaristi. Ketiga bacaan hari ini menggambarkan keagungan dan keluhuran Ekaristi. Marilah kita dalam Misa Kudus ini berusaha memahami makna Ekaristi, yaitu Tubuh dan Darah Kristus untuk kehidupan kita sehari-hari.

HOMILI

Dalam Bacaan I diceriterakan bahwa Musa minta umat Israel selalu ingat akan Allah, yang selama 40 tahun selalu membimbing, mendampingi dan memberikan “manna”, roti kehidupan dalam perjalanan hidup mereka.

Injil Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan

Injil Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan
Minggu  Juni 2017

Rekan-rekan yang baik!

Pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus tahun A ini dibacakan Yoh 6:51-58. Marilah ekadar kita tengok konteksnya. Dalam Yoh 6:25-58 Yesus memperkenalkan diri sebagai "roti kehidupan", yakni makanan yang memberi hidup. Pengajaran di rumah ibadat di Kapernaum ini mengingatkan pada pokok mengenai "air kehidupan" yang diutarakannya kepada perempuan Samaria (Yoh 4:1-42). Pembicaraan itu memperkaya batin perempuan tadi.

Hari Raya Tritunggal Mahakudus A/2014 - Arsip Homili Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Homili - Mgr F.X Hadisumarta O.Carm
(Arsip)

Hari Raya Tritunggal Mahakudus A/2014
Kel 34:4b-6.8-9 2 Kor 13:11-13 Yoh 3:16-18


Pengantar

Sesudah Hari Raya Pentakosta, pada Hari Minggu ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Yang Mahakudus. Bagi kita manusia, misteri (rahasia) Allah Tritunggal yang kita sembah merupakan misteri (rahasia) iman kita yang terbesar. Ketiga bacaan Kitab Suci untuk hari ini semuanya cukup pendek. Namun marilah kita dengan rendah hati, bukan secara ilmiah (rasional) melainkan secara alkitabiah, justru melalui ketiga bacaan Kitab Suci hari ini berusaha memahami ajaran Gereja dan menghayati iman kita kepada Allah Tritunggal yang mahakudus.

Injil Hari Raya Tritunggal Mahakudus 2017

Hari Raya Tritunggal Mahakudus 2017

BACAAN Injil tahun A bagi Hari Raya Tritunggal Mahakudus ialah Yoh 3:16-18. Intinya, Allah sedemikian mengasihi dunia sehingga mengutus Putra-Nya yang tunggal ke dunia untuk menyelamatkannya. Jadi bukan sebarang utusan. Inilah ungkapan kerahiman yang paling besar. Diungkapkan dalam ay. 16, "Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal." Kesediaan Putra diutus ke dunia membuat semua ini sungguh terjadi. Dalam kata-kata Injil hari ini (ay. 17-18) "Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia. Siapa saja yang percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; siapa yang tidak akan dihukum; siapa saja yang tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah."

Akan disinggung pada akhir ulasan ini kaitan dengan bacaan pertama, Kel 34:4b-6.8-9, yang menekankan bahwa "Tuhan itu Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya" (ay. 6).

Tritunggal Yang Mahakudus

Opa dan Cewek Cantik

Ada seorang Opa naik angkot ...

Di tengah jalan lalu naiklah seorang cewek muda cantik dengan dada montok bahenol dan putih mulus lagi, duduk di sebelah si Opa .... 

Hati si Opa langsung deg deg syurrr ..., karena Opa lihat paha putih mulus si cewek.

Akhirnya si Opa memberanikan diri senggol kaki si cewek dan cewek kaget seraya berkata, "iiiiiih.....opa, nakal...."

Kemudian si cewek cuma tertawa ....

Si Opa merasa mendapat angin, setelah itu Opa senggol siku tangan ke dadanya si cewek....

Tiga Orang Suci Yang Selalu Tertawa

Ada tiga mistikus dari Cina. Tidak ada yang tahu nama mereka. Mereka hanya dikenal sebagai ‘Tiga orang suci yang tertawa’, karena mereka tidak pernah melakukan hal yang lain; mereka hanya tertawa. Mereka berpindah dari satu kota ke kota lain, tertawa. Mereka akan berdiri di pasar dan tertawa terbahak-bahak.

Seluruh orang di pasar akan mengelilingi mereka. Semua orang akan datang, toko-toko akan tutup dan pelanggan akan melupakan untuk apa mereka datang. Ketiga orang ini benar-benar mengagumkan – mereka tertawa dan perut mereka terguncang-guncang. Dan kemudian tawa itu menjadi menular dan yang lain akan mulai tertawa. Kemudian seluruh pasar akan tertawa. Mereka telah mengubah kualitas pasar. Dan jika seseorang berkata, ‘Katakan sesuatu kepada kami,’ mereka akan berkata, “Kami tidak memiliki apa pun untuk dikatakan. Kami hanya tertawa dan mengubah kualitasnya.”