Featured Post

Paus Fransiskus: Para Pendidik Katolik Harus Mengajarkan 'Grammar' dalam Ber-Dialog

(Radio Vatikan) Paus Fransiskus mendorong semua pihak yang terlibat dalam pendidikan Katolik untuk menjadi pembangun dunia yang lebih dama...

Injil Minggu Biasa VII-A - 19 Februari 2017

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa VII/A

By A. Gianto on February, 2017 Jendela Alkitab, Mingguan

Rekan-reakan yang baik!

Injil Minggu Biasa VII/A kali ini, Mat 5:38:48 nadanya keras, seperti petikan Minggu lalu. Yesus menyampaikan ajaran Taurat dengan lebih radikal daripada para guru dan ahli Taurat waktu itu. Kali ini juga disodorkan dua contoh menghayati Taurat lebih dari sekadar mengikuti rumusan. Yang pertama, Mat 5:38-39, menyangkut pembalasan kekerasan ala “mata ganti mata, gigi ganti gigi” dari ajaran Taurat seperti yang termaktub dalam Kel 21:24 dan Im 24:20. Yang kedua merujuk pada perintah “mengasihi sesama” sebagaimana didapati dalam Im 19:20. Bagaimana memahami pengajaran kali ini?

Zona Waktu Kita

New York berjarak 3 jam dari California tetapi tidak berarti bahwa California lambat, atau bahwa New York lebih cepat. Keduanya bekerja berdasarkan "Time Zone" mereka sendiri.

Beberapa orang masih single. Ada yang sudah menikah dan 'menunggu' 10 tahun untuk memiliki anak. Ada lagi yang lain punya bayi hanya dalam waktu satu tahun pernikahan.

Ada yang lulus pada usia 22, tetapi menunggu 5 tahun sebelum mendapatkan pekerjaan yang baik; dan ada lagi yang lulus pada usia 27 dan mendapat pekerjaan yang bagus tidak lama kemudian!

Paus Fransiskus: Para Pendidik Katolik Harus Mengajarkan 'Grammar' dalam Ber-Dialog

(Radio Vatikan) Paus Fransiskus mendorong semua pihak yang terlibat dalam pendidikan Katolik untuk menjadi pembangun dunia yang lebih damai dan lebih bersatu.

Dalam pidato pada Kamis pagi untuk Kongregasi Pendidikan Katolik yang sedang mengadakan Sidang Pleno-nya, Paus menunjukkan bahwa lembaga pendidikan memiliki makna hanya dalam kaitannya dengan pembentukan orang.

Dengan demikian, ia meminta semua pendidik untuk membantu orang muda untuk menjadi pembangun dunia yang lebih damai dan lebih bersatu.

Dan, Paus mengingatkan mereka yang hadir, lembaga-lembaga Katolik memiliki misi untuk menawarkan cakrawala yang terbuka bagi transendensi.

Berikut adalah laporan oleh Linda Bordoni:

Calvin Coolidge Yang Diam

Ketika Calvin Coolidge menjadi Presiden Amerika, setiap hari ia menerima banyak tamu. Kebanyakan mereka menyampaikan keluhan ini atau itu. 

Pada suatu hari seorang Gubernur yang sedang berkunjung mengatakan kepada Presiden, ia tidak mengerti bagaimana ia dapat menerima begitu banyak tamu dalam beberapa jam saja. 

"Bagaimana bapak dapat selesai menerima semua tamu pada waktu makan malam," kata Gubernur, "sedang saya sering kali harus tinggal di kantor sampai tengah malam."

"Tentu saja," kata Coolidge, "Karena bapak berbicara."

Pastor dan Tuna Wisma

Seorang pastor sedang dalam perjalanan pulang ke gereja ketika ia melihat dua orang sedang membungkuk di rumput. 

Kemudian dia memutuskan untuk melihat apa yang terjadi. Pastor itu berjalan ke arah mereka dan bertanya apa yang mereka lakukan. 

Si pria mengatakan bahwa mereka tunawisma dan rumput adalah satu-satunya hal yang bisa mereka makan. 

Pastor itu kemudian mengatakan, "Oh kalau begitu Anda bisa makan di gereja saya". 

Injil Minggu Biasa VI-A - 12 Februari 2017

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa VI/A


By A. Gianto on February, 2017 Jendela Alkitab, Mingguan

Rekan-rekan,

BACAAN INJIL hari Minggu VI/A (Mat 5:17-37) dan hari Minggu selanjutnya (Mat 5:38-48) mengungkapkan beberapa pokok pengajaran Yesus yang nadanya keras. Juga terdengar keras bagi pendengar yang paham ajaran Taurat. Terdengar beberapa kali Yesus menegaskan, “Kamu telah mendengar yang difirmankan….., tetapi aku berkata kepadamu….” (ay. 21-22.; 27-28; 31-32; 32-33 38-39; 43-44). Seakan-akan hukum Taurat belum cukup. Bahkan diancamkan olehnya api neraka, diungkapkan kecaman mengenai zinah batin, ada anjuran cukil mata, potong tangan segala. Tokoh Yesus di sini amat berbeda dengan gambaran yang lazim tentang dia yang lemah lembut, penuh pengertian, mau membebaskan orang dari kungkungan ajaran hukum belaka. Bagaimana Injil kali ini bisa dijelaskan bagi pendegar lain di zaman lain?