Featured Post

Injil Minggu Biasa XVII - C ( 25 Juli 2016)

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVII, Lukas 11:1-13 ( 25 Juli 2016) By A. Gianto on July, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan BEL...

Raja dan Petani

Saat matahari mulai rendah di ufuk langit, Matthias, petani tua, menegakkan punggungnya dan melihat ke arah pondoknya. Sudah waktunya untuk pulang dan mengakhiri harinya yang sudah bekerja keras di ladang. Saat ia melirik ke arah jalan, ia melihat gumpalan debu yang lambat laun nampak sebagai sepasukan laki-laki yang menuju kota. Yang mengepalai mereka, adalah sang raja, memimpin para tuan dan ksatria pulang setelah seharian berburu di hutan terdekat. Matahari yang mulai memudar berkilauan dari mahkota yang mengitari kepala raja. Tiba-tiba, pria tua itu sangat terkejut, rombongan berhenti. Raja dan tiga orang menunggangkan kuda mereka menuju ke arah Matthias, berhenti tepat di depan orang tua itu, yang kemudian berlutut, dengan kepala tertunduk di depan rajanya.

Seorang Anak Yahudi Yang Sangat Nakal

Suami istri Yahudi memiliki anak yang sangat nakal sekali. Ketika si anak sudah menginjak usia sekolah, dia selalu membuat keributan dan keluar dari semua sekolah yahudi dimana dia didaftarkan orang tuanya. Akhirnya, karena orangtuanya sudah putus asa, si ayah pergi ke Rabbi dan berkonsultasi minta nasehat. Si Rabbi memberi nasehat, "Masukkan dia ke sekolah Katolik!". Si ayah sangat terkejut dan bertanya apakah Rabbi yakin? "Ya", jawab Rabbi.

Jadi si ayah kemudian mendaftarkan si anak ke suster pemimpin sekolah dan membiarkan anaknya sekolah disitu.

Satu jam berlalu, kemudian dua jam, kemudian waktunya makan siang dan akhirnya pada jam tiga siang si anak pulang dan berkata, "Selamat siang papa, selamat siang mama," katanya dengan ramah dan kemudian menuju meja belajar dan mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Injil Minggu Biasa XVII - C ( 25 Juli 2016)

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVII, Lukas 11:1-13 ( 25 Juli 2016)

By A. Gianto on July, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan


BELAJAR BERDOA DARI YESUS

Rekan-rekan yang baik!

DALAM Injil Lukas 11:1-13 yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XVII tahun C didapati tiga pokok. Pertama Yesus mengajar murid-muridnya berdoa (ayat 1-4), disusul dengan perumpamaan mengenai orang yang tak sungkan-sungkan minta tolong kepada seorang kawannya di tengah malam (ayat 5-8), dan diakhiri dengan sebuah pengajaran mengenai kekuatan doa (ayat 9-13).

Dokter dan Pasien Tua Yang Buta

Ada seorang wanita tua yang tiba-tiba menjadi buta. Seorang dokter di kota memeriksanya dan berkata kepadanya, bahwa ia bisa menyembuhkannya dan mengembalikan lagi penglihatannya. 

Bersama dengan tetangganya untuk menjadi saksi, si wanita tua itu berjanji bahwa bila penglihatannya kembali dia akan membayar si dokter dengan hadiah yang sangat besar. Kemudian perjanjiannya ditetapkan, dan si dokter memulai serangkaian pengobatan dan terapinya setiap hari.

Ketika si dokter merawat si wanita tua, dia memperhatikan bahwa si wanita tua itu sangat kaya, memiliki berbagai furniture indah, horden yang bagus, dan banyak barang seni yang setara dengan yang ada di istana-istana. 

Santo Bonaventura - diperingati setiap 15 Juli

Lukisan Santo Bonaventura
karya Vittore Crivelli
sumber: https://goo.gl/pUaUmP
Lahir:  1221, Bagnoregio, Provinsi Viterbo, Latium, (Italia)
Wafat : 15 Juli 1274, Lyon, Lyonnais, Kingdom of Arles (Perancis)
Dihormati di:  Gereja Katolik Roma
Dikanonisasikan: 14 April 1482, Roma oleh Paus Sixtus IV
Hari peringatan: 15 Juli

--oo0o--

Santo Bonaventura adalah seorang uskup, kardinal, dan doktor gereja di dalam sejarah Gereja Katolik Roma. Bonaventura terlahir dengan nama Giovanni di Fidanza pada tahun 1221 di kota Bargnoreggio, dekat Orvieto, Italia. Santo Bonaventura sering disebut sebagai doktor malaikat (Seraphic Doctor) karena selama hidupnya Bonaventura menunjukkan kehangatan dan kasih sayang kepada sesama seperti api ilahi.

Kehidupan

Bonaventura terlahir dari pasangan John di Fidanza (seorang tabib) dan Maria di Ritello. Pada masa kecilnya, Santo Bonavantura pernah menderita sakit parah yang akhirnya dapat disembuhkan oleh Santo Fransiskus dari Assisi yang dalam sejarah mengucapkan O buona ventura yang berarti 'O keberuntungan (nasib) yang baik' ketika melihat Bonaventura kecil. Pada tahun 1243, Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan yang didirikan oleh Fransiskus dari Assisi, kemudian Bonaventura dikirim ke Paris untuk mempelajari ilmu teologi dan filosofi.