Featured Post

Injil Minggu Prapaskah III A - 19 Maret 2017

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah III/A By A. Gianto on March, 2017 Jendela Alkitab, Mingguan Rekan-rekan yang...

Injil Minggu Prapaskah III A - 19 Maret 2017

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah III/A


By A. Gianto on March, 2017 Jendela Alkitab, Mingguan

Rekan-rekan yang budiman!

Satu hari dalam perjalanannya menuju Galilea, Yesus singgah melepas lelah di dekat sebuah sumur di daerah Samaria. Di situ ia bertemu dengan seorang perempuan yang datang hendak menimba air. Terjadi percakapan di antara mereka. Lambat laun perempuan itu mengenali Yesus sebagai nabi dan sebagai Mesias yang kedatangannya ditunggu-tungu orang sejak lama. Perempuan itu kemudian mengajak orang-orang sekota ikut menemui sang tokoh dan mereka pun ikut percaya. Begitulah ringkasan isi Yoh 4:5-42 yang dibacakan pada Minggu III Prapaskah tahun A ini. Jalan ceritanya sederhana, tapi kaya akan makna bagi orang zaman sekarang pula.

Injil Minggu Prapaskah II A - 12 Maret 2017

Ulasan Eksegese Minggu Prapaskah II A -12 Maret 17 (Mat 17:1-9)

By A. Gianto on March, 2017 Jendela Alkitab, Mingguan

WAJAHNYA SEPERTI MATAHARI!

Kawan-kawan yang baik!

Di kotak surat saya temukan secarik pesan ini, “Matt, terima kasih buat Minggu lalu.. Apa masih bisa tolong jelaskan Injil hari Minggu Prapaskah II tentang Transfigurasi Yesus di sebuah gunung yang kaukisahkan dalam Mat 17:1-9. Sekalian deh singgung kaitannya, kalau ada, dengan warta kisah panggilan Abraham dalam Kej 12:1-4a yang dijadikan bacaan pertama. Cheers, Gus.” Ia hanya meninggalkan serangkai alamat email peminat yang bisa dihubungi lewat accountnya. Kebetulan memang saya masih ada satu dua catatan mengenai episode itu.

Tuhan Semakin Pintar

Seorang gadis kecil duduk di pangkuan kakeknya saat si kakeh membacakannya cerita pengantar tidur. 

Si gadis kecil sambil mendengarkan terkadang menyentuh pipi keriput kakeknya. Kemudian setelah itu dia bergantian membelai pipinya sendiri.

Kemudian dia berbicara, "Kakek, apakah Tuhan menciptakan kakek?"

"Ya, Sayang," jawabnya, "Tuhan menciptakan saya berpuluh-puluh tahun yang lalu".

"Oh," kemudian dia berhenti, "Kakek, apakah Tuhan juga menciptakan saya?"

"Ya, tentu saja, Sayang," katanya, "Tuhan menciptakanmu beberapa tahun yang lalu."

Sambil menyentuh dan merasakan wajah masing-masing, ia mengamati dan kemudian berkata, "Tuhan semakin lama semakin pintar dalam menciptakan orang, ya?"

"Kisah Kocak Yang Membuat Bijak" lainnya:

Injil Minggu Prapaskah IA - 5 Maret 2017

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Prapaskah IA, 5 Maret 2017 (Mat 4:1-11)

By A. Gianto on February, 2017 Jendela Alkitab, Mingguan

IBLIS, PENGGODA, SATANA DAN KEBESARAN TUHAN

Rekan-rekan yang budiman!

KARENA Injil bagi Minggu Prapaskah kali ini (Mat 4:1-11) akan diuraikan dengan panjang lebar oleh Matt di bawah, maka catatan saya berikut hanya menyangkut bacaan pertama, yaitu Kej 2:7-9 dan 3:1-7. Disebutkan pada bagian awal bagaimana Tuhan membentuk manusia dari “debu tanah”, yakni bahan yang ujudnya gumpalan-gumpalan berserakan belaka. Inilah cara Alkitab menggambarkan sisi ringkih dari manusia. Namun sentuhan-sentuhan tangan ilahi memberinya bentuk. Begitu pula, hembusan nafas hidup dariNya menjadikannya makhluk yang hidup. Ini bukan hanya cerita melainkan penegasan iman yang berani. Bila tetap bersentuhan dengan Yang Mahakuasa dan membiarkan diri dihidupi olehNya, maka serapuh dan seringkih apapun manusia akan se-nafas denganNya. Karena itu manusia juga memiliki tempat kehidupan yang membahagiakan di firdaus. Tetapi, seperti dikisahkan dalam bagian kedua, manusia akhirnya menjauh dari padaNya karena terpukau ajakan sang nahas (kata Ibrani bagi ular), yakni kekuatan-kekuatan yang memakai ujud seperti manusia, bisa bicara, bisa meyakin-yakinkan, tetapi yang melilit dan akhirnya melumpuhkan.

Tuhan-tuhan Anda Memecah-belah Anda

Apakah yang terjadi di dunia? Anda memiliki Tuhan Kristen, Tuhan-Tuhan Hindu, kaum Muslim dengan konsep khasnya tentang Allah—masing-masing aliran dengan kebenaran khasnya; dan kebenaran-kebenaran ini seperti penyakit di dunia memecah-belah manusia.

Kebenaran-kebenaran ini, di tangan segelintir orang, menjadi alat eksploitasi. Anda mendatangi masing-masing, satu demi satu, mencicipinya, karena Anda mulai kehilangan rasa memilah-milah, karena Anda menderita dan Anda butuh obat, dan Anda menerima obat apa pun yang ditawarkan oleh suatu aliran, apakah Kristen, Hindu, atau aliran lainnya. 

Orang Pelit Yang Mengaku Dosa

Sebuah umat yang terkenal pelit dan sudah menikah pergi ke kamar pengakuan dosa dan berkata kepada pastor, "Saya hampir berselingkuh dengan wanita lain." 

Sang pastor kemudian mengatakan, "Apa maksudmu dengan kata, hampir?" 

Umat tersebut tersebut mengatakan, "Yah, kita berdua menanggalkan pakaian dan meraba saja bersama-sama, tapi kemudian saya berhenti." 

Sang pastor itu mengatakan, "Meraba bersama-sama adalah sama saja dengan memasukkannya ke dalam. Anda tidak boleh melihat wanita itu lagi. Untuk penebusan dosa Anda, silahkan berdoa lima kali Salam Maria dan memasukkan $50 ke dalam kotak fakir miskin di depan gereja." 

Umat tersebut kemudian keluar kamar pengakuan dosa, kemudian berdoa lima kali Salam Maria, dan kemudian berjalan menuju ke kotak fakir miskin. Dia berhenti sejenak dan kemudian segera pergi meninggalkan kotak tersebut.