Featured Post

Injil Minggu Biasa XXVI - C 25 September 2016

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XXVI/C By A. Gianto on September, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan, Urbi ORANG KAYA DAN LAZARU...

Paus mengatakan pada kita, "Jangan mengadili, jangan menyalahkan, tetapi ampunilah"

Paus Fransiskus mendesak kaum beriman untuk berbelaskasih seperti Tuhan, karena - menurut Paus, itu adalah cara terbaik untuk menjadi "suatu tanda, saluran, saksi dari cinta-Nya".

Paus berbicara pada Rabu pagi (21/9/2016) katika audiensi umum mingguan di Lapangan St. Petrus.

Dengan merefleksikan bacaan dari Injil Lukas tentang berbelaskasih, "seperti Bapamu berbelaskasih", Paus Fransiskus mengatakan bahwa itu bukanlah sekedar slogan, tetapi suatu komitmen untuk hidup.

Bacaan yang diamatinya tersebut, adalah dimana motto Tahun Kerahiman Suci berasal.

Dan dengan menunjukkan bahwa panggilan Yesus kepada kemanusiaan adalah menjadi belaskasih seperti Bapa bisa terlihat menakut-nakuti, dia mengatakan bahwa Yesus tidak mengacu pada 'kuantitas' karena tentu saja itu tidak akan mungkin bagi kita mengarah pada kesempurnaan Tuhan yang absolut, dia hanya meminta kita untuk mencoba dan menjadi seperti Dia; penuh cinta, belaskasih dan pengampun.

Tuhan Sedang Melihat Apel

Anak-anak di suatu Sekolah Dasar Katolik sedang berbaris di kantin sekolah untuk makan siang. Pada bagian ujung depan meja ada tumpukan buah apel. Suster kepala disitu membuat tulisan peringatan, yang dipasang pada baki apel: "Silahkan ambil satu apel saja. Tuhan akan melihat."

Sambil bergerak di antrian di sepanjang garis untuk makan siang, di ujung meja lainnya ada tumpukan kue coklat. Seorang anak menulis di situ: "Ambil saja semua yang Anda inginkan. Karena Tuhan sedang melihat apel.


"Kisah Kocak Yang Membuat Bijak" lainnya:
 

Santo Dominikus - Pengaku Iman Diperingati Setiap 8 Agustus

Santo Dominikus, Pengaku Iman 
Lahir 1170, Calaruega, Spanyol
Wafat 1221, Bologna, Italia
Hari peringatan 8 Agustus

Dominikus lahir pada tahun 1170 di Calaruega, Spanyol. Orangtuanya, Don Felix de Guzman dan Joana dari Aza dikenal sebagai bangsawan Kristen yang saleh dan taat agama. Joana ibunya kemudian dinyatakan Gereja sebagai beata. kakaknya, Mannes dan Antonio mencurahkan hidupnya bagi Tuhan dan Gereja sebagai imam; dua orang keponakannya menjadi imam dalam ordo religius yang didirikannya, Ordo Dominikan. Mannes dikemudian hari digelari beato karena kesucian hidupnya dan pengabdiannya yang tulus kepada Tuhan dan Gereja. 

Masa kecil dan mudanya ditandai dengan kesucian dan semangat belajar yang tinggi. Pendidikan awalnya ditangani langsung oleh pamannya yang sudah menjadi imam. Dominikus kemudian melanjutkan studinya ke sekolah Katedral Palencia. Pada umur 24 tahun ia masuk biara di Osma dan tak lama kemudian ditabhiskan menjadi imam. Karier imamatnya dimulai di Osma didukung oleh doa kontemplatif yang sungguh mendalam. Doa kontemplatif ini yang melahirkan cinta yang tulus kepada umatnya. 

Mengapa Kita Semua Ingin Hidup?

Anak muda:
Mengapa kita semua ingin hidup ?

Manusia yang enggan disebut guru atau mesias:
Janganlah tertawa karena seorang anak kecil, bertanya, kalau hidup ini begitu fana, mengapa kita ingin hidup?
Tidakkah sangat menyedihkan seorang anak kecil bertanya seperti itu? Itu berarti bahwa ia telah melihat sendiri bahwa segala sesuatu berakhir. Burung-burung mati, daun-daun berguguran, orang menjadi tua, manusia sakit, nyeri, menderita; sekelumit kegembiraan, secercah kesenangan, dan membanting tulang tanpa akhir. Dan anak kecil itu bertanya mengapa kita melekat pada semua itu? Ia melihat betapa anak-anak muda menjadi tua sebelum sampai umurnya, sebelum waktunya. Ia melihat maut. Dan manusia melekat pada hidup karena tak ada lagi yang bisa dipegangnya Tuhan-tuhannya, kuil-kuilnya, tak mengandung kebenaran; kitab-kitab sucinya hanyalah sekedar kata-kata. Maka dia bertanya mengapa orang melekat pada hidup kalau terdapat begitu banyak kesengsaraan. Mengertikah anda? Apa jawab anda? Apa jawab orang-orang dewasa? Apa jawab guru-guru? Semuanya diam. Orang dewasa berpegang pada ide-ide, pada kata-kata, dan anak itu berkata, "aku lapar, berilah aku makanan, bukan kata-kata". Ia tidak percaya pada anda dan oleh karena itu ia bertanya, "mengapa kita melekat pada semua ini?" Tahukah anda mengapa anda melekat? Karena anda tidak tahu apa-apa lagi. Anda melekat pada rumah tangga anda, anda melekat pada buku-buku anda, anda melekat pada berhala-berhala anda, tuhan-tuhan anda, kesimpulan-kesimpulan anda, ikatan-ikatan anda, penderitaan-penderitaan anda, karena anda tidak punya apa-apa lagi dan semua yang anda kerjakan menimbulkan ketidakbahagiaan.

Injil Minggu Biasa XXVI - C 25 September 2016

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XXVI/C

By A. Gianto on September, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan, Urbi


ORANG KAYA DAN LAZARUS

Rekan-rekan yang budiman!

Ada baiknya perumpamaan orang kaya dan Lazarus (Luk 16:19-31) dipahami dalam konteks kehidupan Gereja Awal. Kini cukup diketahui bahwa generasi kedua para pengikut Yesus kebanyakan berasal dari kalangan menengah seperti para pengusaha, pedagang, sarjana, tabib, guru, seniman yang bekerja pada keluarga-keluarga bangsawan atau penguasa militer di kota-kota di wilayah kekuasaan Romawi. Perkembangan umat memang pertama-tama meluas ke lapis atas dalam masyarakat. Dari sana baru kemudian ke lapis-lapis lain di masyarakat luas.

19 Nasehat Amsal

19 Nasehat Amsal : Amsal 19:1-29


  1. Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal.
  2. Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. 
  3.  Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN. 
  4. Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya. 
  5. Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar. 
  6. Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang bersahabat dengan si pemberi. 
  7. Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi. 
  8. Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan. 
  9. Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa. 
  10. Kemewahan tidak layak bagi orang bebal, apalagi bagi seorang budak memerintah pembesar. 

Doa Angelus: Doa, Sejarah, Arti, dan Tujuan

DOA ANGELUS

Maria diberi kabar oleh Malaikat TUHAN bahwa Ia akan mengandung dari Roh Kudus

Salam Maria ...

Aku ini hamba TUHAN terjadilah padaku menurut perkataanMU.

Salam Maria ...

Sabda sudah menjadi daging dan tinggal diantara kita.

Salam Maria ...

Doakanlah kami, ya Santa Bunda ALLAH supaya kami dapat menikmati janji KRISTUS.

Marilah berdoa

Ya ALLAH, karena kabar Malaikat kami mengetahui bahwa YESUS KRISTUS PutraMU menjadi manusia.

Curahkanlah rahmatMU ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salibNYA, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab DIAlah TUHAN dan Pengantara kami (Amin)


SEJARAH DOA ANGELUS

Kita mengenal tradisi doa Angelus yang kita doakan pada jam 6 pagi, jam 12 siang dan jam 6 sore. Doa ini mempunyai dua rumusan yakni rumusan untuk dipakai pada masa Paskah dan rumusan untuk masa di luar Paskah. Di Indonesia doa ini mulanya penggunaannya masih terbatas pada kalangan kaum religius dan rohaniawan-rohaniwati. Akhir-akhir ini, doa Angelus sudah semakin sering didoakan oleh umat awam.