Masa pemerintahan Kaisar Decius, umat Kristen di seluruh wilayah kekaisaran dikejar-kejar dan dianiaya. Gubernur Provinsi Sisilia Quintianus mengeluarkan maklumat bahwa semua orang Kristen harus diadili di Palermo, ibu kota provinsi.
Quintianus mendengar bahwa ada seorang gadis Kristen yang cantik bernama Agatha hidup di Katania, Pulau Sisilia, di kaki gunung berapi Etna. Ia pun menyuruh algojo-algojonya membawa gadis itu ke istananya. Ia menghendaki Agatha melakukan dosa melanggar kesuciannya. Tetapi, Agatha seorang gadis pemberani yang pantang menyerah.
”Yesus Kristus, Tuhanku,” ia berdoa, ”Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, karena aku sepenuhnya milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”