Injil Minggu Paskah 5 B 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Paskah V/B 3 Mei 2015 (Yoh 15:1-8) 

BY A. GIANTO, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

POKOK ANGGUR YANG BENAR – APA ITU?

Rekan-rekan!

DALAM Yoh 15:1-8 Yesus mengumpamakan diri sebagai pokok pohon anggur yang benar. Para murid ialah ranting-ranting yang tumbuh dari pokok itu. Juga Bapa yang ada di surga igambarkannya sebagai Dia yang mengusahakan agar ranting-ranting semakin berbuah. Apa maksud petikan ini? 

Ada kesejajaran antara Injil ini dengan bacaan kedua (1Yoh 3:18-24). Penulis surat pertama Yohanes itu mengajak orang menyadari bahwa Allah adalah sumber kehidupan yang sungguh (ay. 19). Seperti digambarkan dalam Injil kali ini, Dia itu pokok yang menjadi tumpuan hidup ranting-ranting. Juga menjadi jelas bahwa dalam ranting yang hidup mengalir kekuatan yang berasal dari pokok. Surat Yohanes kali ini melukiskan daya ini sebagai kehadiran Roh dalam diri orang yang percaya (ay. 24).

Upah Besar di Surga

Ibu Meity Trilili begitu bahagia ketika anak gadisnya, Ida Tralala, mengaku percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya.

"Ibu bahagia karena kau akan masuk surga, Nak."

"Tapi yang mendapat upah besar di surga, kan, Ibu! Soalnya, Ibulah yang mengenalkan saya kepada Tuhan Yesus."

Injil Minggu Paskah 4 B 2015


TENTANG GEMBALA YANG BAIK (Yoh 10:11-18)

DALAM Yoh 10:11-18 Yesus mengibaratkan diri sebagai gembala bagi kawanan dombanya. Sebagai gembala, ia takkan lari bila ada serigala menyerang domba-dombanya. Tidak seperti orang upahan yang tak bertanggung jawab. Ia mengenal domba-dombanya dan mereka mengenalnya. Sebelum mulai membicarakan ibarat "gembala" dalam petikan yang dibacakan pada hari Minggu Paskah IV tahun B ini, baiklah dicatat bahwa dalam Injil Yohanes gagasan "gembala" sama dengan yang empunya kawanan domba. Tidak semua yang menggembalakan kawanan digelari "gembala" yang juga menjadi pemilik kawanan tadi.

Injil Minggu Paskah 3 B

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Paskah III 19 April 2015 

BY A. GIANTO ON APRIL, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

DIA SUNGGUH HIDUP!  (Injil Luk 24:35-48)

Kawan-kawan yang baik!KEMARIN saya diminta mengisi ruang ulasan Injil kali ini. Dengar-dengar Luk 24:35-48 ditampilkan sebagai Injil Minggu Paskah III tahun B ini. Ada kawan yang bertanya, kenapa diceritakan bahwa para murid tak langsung mengenal Yesus yang tiba-tiba hadir di antara mereka. Malah mereka menyangkanya hantu. Ada lagi yang bertanya, apa sih maksudnya kok Yesus minta diberi makan segala, apa ini perkara sajian kepada arwah. Katanya di negeri kalian ada adat seperti itu. Ah, lain padang lain belalangnya.

Injil Mingu Paskah II B 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Paskah II: "Damai Sejahtera Bagi Kamu!"


By A. Gianto  on April, 2015   Jendela Alkitab, Mingguan


PERISTIWA kebangkitan diwartakan dalam Injil Yohanes sebagai penjelasan mengapa Yesus yang baru saja dimakamkan itu tidak lagi diketemukan lagi di situ, dan mengapa para murid tidak lagi merasa kehilangan dia. Bahkan kini mereka semakin merasakan kehadirannya. Agak ada miripnya dengan ingatan mengenai akan orang-orang yang sudah mendahului tetapi tetap menjadi bagian hidup kita. Tetapi besar pula bedanya. Bagi para murid, menimang-nimang ingatan akan dia yang pernah berada bersama mereka di dunia bukan lagi hal yang penting. Dia bukan lagi sekadar kenangan mereka. Mereka malah merasa lebih menjadi bagian Yesus yang bangkit itu. Itulah persepsi mereka akan kebangkitan Yesus. Dan pengalaman ini mengubah kehidupan mereka dari yang dirundung ketakutan menjadi penuh kedamaian. Ini disampaikan dalam Yoh 20:19-31 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah II.