Injil Minggu Biasa 18 B 2015

Eksegese Injil Minggu Biasa XVIII B, 2 Agustus 2015 (Yoh 6:24-35) 

BY A. GIANTO ON JULY, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

MAKANAN YANG MENGHIDUPKAN

PADA awal Injil Minggu Biasa XVIII tahun B, Yoh 6:24-35, disebutkan bagaimana orang banyak yang telah mendapatkan makan dari Yesus (lihat Injil Minggu sebelum ini, Yoh 6:1-15) mencarinya di Kapernaum. Mereka menemukan dia di pantai seberang. Seperti dikisahkan pada akhir Injil Minggu lalu, mereka adalah orang-orang yang ingin menjadikannya raja, tetapi Yesus menyingkir dari mereka.Terjadilah percakapan antara mereka dengan Yesus. Di sini menjadi jelas apa yang sebetulnya diinginkan orang-orang itu, sekaligus juga dijernihkan apa yang sebaiknya mereka jangkau. Dan mengapa demikian. Ketika orang banyak mendapati Yesus di seberang danau (disebut "laut"), mereka bertanya kepadanya kapan ia tiba di sini. Orang-orang itu begitu tertarik dan bahkan ingin mengangkatnya sebagai pemimpin. Maka mereka tak habis mengerti mengapa justru Yesus pergi menghindar. Oleh karena itu mereka mencarinya. Kini mereka menemukannya di tempat lain. Yesus menjawab keheranan mereka dengan mengatakan bahwa yang mereka cari ialah orang yang memberi makan mereka, bukan dia yang membawakan "tanda-tanda".

Injil Minggu Biasa 17 B 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVII B Juli 2015 (Yoh 6:1-15

BY A. GIANTO ON JULY, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

BINGKISAN KASIH

INJIL Minggu Biasa XVII tahun B, Yoh 6:1-15, mengisahkan bagaimana Yesus mampu memberi makan lima ribu orang dengan membagi-bagikan lima roti jelai dan dua ikan yang kebetulan tersedia pada waktu itu. Sisa potongan roti setelah semua orang makan bahkan mencapai dua belas bakul penuh! Apa wartanya? Sebelum membicarakan lebih lanjut, marilah kita memahami kisah "Yesus memberi makan orang banyak" bukannya sebagai tindakan ajaib "memperbanyak makanan" semata-mata. Tekanan diletakkan pada perhatian Yesus kepada orang-orang yang mendatanginya, bukan pada mukjizatnya sendiri.

Injil Minggu Biasa 16 B 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVI/B Jul 2015 (Mrk. 6:30-34) 


SEJENAK KE TEMPAT SUNYI

Rekan-rekan yang baik!

KEDUA belas murid yang diutus dua berdua ke pelbagai tempat untuk menyiapkan kedatangan Yesus kini kembali berkumpul dengan dia. Injil jelas-jelas menyebut mereka "rasul", artinya orang yang diutus. Dalam pengutusan itu mereka dibekali kuasa atas roh jahat sehingga orang-orang yang mereka datangi dapat mulai mengenal siapa yang mengutus. Orang yang luar biasa. Dan ia bakal datang sendiri ke tempat kami! Tak mengherankan banyak yang tak sabar menunggu. Ada yang mengikuti para rasul yang kembali menemui sang Guru. Orang-orang itu ingin segera melihat sendiri siapa dia yang dikabarkan para utusannya. Itulah suasana yang melatari Mrk 6:30-34 yang dibacakan pada hari Minggu Biasa XVI tahun B ini. Para pendengar di zaman ini boleh mencoba memasuki suasana batin itu dengan ikut merasa-rasakannya.

Lalat di dalam sup ateis

Ateis: Apa yang dilakukan lalat ini di sup saya?

Pelayan: Berdoa.

Ateis: Ini lelucon yang tidak lucu!!!u. Saya tidak bisa makan sup ini. Ambillah kembali.

Pelayan: Anda lihat, kan? Doa si lalat terjawab!!!

Injil Minggu Biasa 15 B - 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa XVB, Juli 2015 (Mrk 6:7-13

BY A. GIANTO ON JULY, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

TULUS MENGHARAPKAN KEDATANGANNYA

Rekan-rekan yang budiman!

BAGI keduabelas murid, seperti diutarakan dalam Mrk 6:7-13 (Injil Minggu Biasa XV tahun B), diutus berarti siap berangkat mewartakan tobat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit. Juga para utusan diminta agar berani pergi tanpa membawa kelengkapan. Hanya yang paling dibutuhkan boleh dipakai: tongkat dan alas kaki saja. Mereka juga tak boleh takut tidak diterima dengan baik. Itukah syarat-syarat agar dapat memakai kuasa yang dipercayakan Yesus kepada mereka? Begitulah perasaan kedua belas murid pada waktu itu. Ay. 12-13 memberi kesan bahwa mereka sanggup menjalankan pengutusan ini dengan gairah.