Injil Minggu Palma 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Palma 29 Maret 2015 (Mrk 11:1-10; Mrk 14:1-15:47)
By A. Gianto  on March 2015   Jendela Alkitab, Mingguan

ARAH CERAH DI SAAT GELAP

Rekan-rekan yang baik!
Bacaan bagi perarakan Minggu Palma kali ini (Mrk 11:1-10) mengisahkan bagaimana Yesus disambut meriah oleh orang banyak ketika memasuki kota Yerusalem. Mereka telah mendengar pelbagai tindakan penyembuhan dan pengusiran roh jahat serta pengajarannya mengenai Kerajaan Allah. Mereka sadar, dia ini Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu. Harapan mereka, Allah segera akan membuat Mesias-Nya menunjukkan kebesarannya di kota suci-Nya. Dan memang akan terjadi demikian. Tetapi kebesaran Mesias ini berbeda daripada yang diidam-idamkan. Guna menyelaminya, marilah kita ikuti Kisah Sengsara pada Minggu Palma ini (Mrk 14:1-15:47) serta memetik hikmatnya.

Injil Minggu Prapaskah 5 B 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Prapaskah V/B 22 Maret 2015 (Yoh 12:20-33)

By A. Gianto  on March  2015   Jendela Alkitab, Mingguan

Rekan-rekan yang budiman!

Menjelang hari Paskah waktu itu banyak orang datang ke Yerusalem dengan tujuan mengikuti ibadah di Bait Allah. Juga orang-orang yang bukan Yahudi. Di antara mereka ada orang-orang Yunani yang mengikuti kepercayaan Yahudi. Di Kota Suci ini mereka mendengar berita mengenai Yesus dan pengajarannya. Boleh jadi mereka juga tahu tentang tindakan simbolik Yesus membersihkan tempat ibadat. Karena itulah mereka ingin menemuinya. Dan mereka minta Filipus untuk memperkenalkan mereka kepada Yesus. Filipus memberi tahu Andreas dan kedua-duanya menyampaikannya kepada Yesus. Jawaban Yesus berisi hal-hal yang paling dalam mengenai dirinya. Bagaimana penjelasan peristiwa yang diteruskan kepada kita dalam Yoh 12:20-33 ini?

Injil Minggu Prapaskah 4 B 2015

Ulasan Eksegetis Minggu Prapaskah IV 15 Maret 2015 ( Yoh 3:14-21)

BY A. GIANTO  2015 JENDELA ALKITABMINGGUAN

Rekan-rekan yang baik!

Dalam Yoh 3:14-21 dibicarakan pertanyaan bagaimana orang dapat sampai ke hidup kekal. Di  situ didalami lebih lanjut pokok pembicaraan Nikodemus dan Yesus dalam ayat-ayat sebelumnya. Nikodemus ingin mendapat pencerahan mengenai makna kejadian-kejadian luar biasa yang dilakukan Yesus. Ia mau mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sebagai orang yang berpengalaman dan bijaksana, ia sudah dapat menyimpulkan bahwa Yang Maha Kuasa kini sedang mendatangi umat-Nya. Dan mukjizat yang dilihat orang adalah tanda-tanda kedatangan-Nya. Nikodemus mulai menyadari bahwa Yesus datang dari Dia. Semua ini diutarakannnya kepada Yesus sambil mengharapkan pencerahan lebih jauh (Yoh 3:2). Dikatakan oleh penginjil, ia menemui Yesus malam hari. Malam adalah saat kegelapan dan kuasanya terasa mencengkam. Pembaca diajak Yohanes mengingat bahwa yang kini ditemui Nikodemus ialah Terang yang diwartakannya pada awal Injilnya. Bagaimana kelanjutannya? Marilah kita catat beberapa pokok dalam pembicaraan itu terlebih dahulu.

Inipun Akan Berlalu

Cerita dari Guru (Ajahn) Brahm dalam "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya":

Salah satu pengajaran tak ternilai yang dapat membantu mengatasi depresi, adalah juga salah satu yang paling sederhana. Namun pengajaran yang terlihat sederhana, mudah untuk disalahpahami. Hanya jika kita akhirnya sudah terbebas dari depresi, barulah kita boleh menyatakan diri sudah betul-betul memahami cerita berikut ini.

Seorang narapidana baru merasa ketakutan dan tertekan. Tembok-tembok batu di selnya seperti menyerap habis semua kehangatan; jeruji-jeruji besi bagai mencemooh segala belas kasih; suara gelegar baja yang beradu ketika gerbang ditutup, mengunci harapan jauh-jauh. Hatinya terpuruk sedalam hukumannya yang sedemikian lama. Di tembok, di atas kepala tempat tidur lipatnya, dia melihat sebuah kalimat yang tergores di sana: INIPUN AKAN BERLALU.

Santa Felisitas & Santa Perpetua

Santa Felisitas dan Perpetua dirayakan oleh gereja pada setiap tanggal 7 maret.

Santa Felisitas 
Felisitas adalah pelayan dan juga sahabat dari Santa. Perpetua. Ia ditangkap pada masa penganiayaan Septimus Severus bersama dengan Santa. Perpetua, Santo. Revocatus, Santo. Saturus, Santo. Saturninus, dan Santo. Secundulus. Ketika ditangkap ia sedang mengandung dan berdasarkan hukum yang berlaku, ia tidak dapat dihukum mati sampai degan melahirkan. Dua hari sebelum Santa Perpetua dan tahanan Kristen lainnya dihukum mati, Felisitas melahirkan seorang puteri dan ia dapat begabung dengan Santa. Perpetua menerima mahkota kemartiran pada perayaan ulang tahun Kaisar Geta. Felisitas meninggal dunia sebagai martir pada 7 Maret 203 di Kartago, Afrika Utara.