Injil Minggu Paskah 6 C 2016

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Paskah VI│Tahun C │2016│ Yoh 14:23-29

BY A. GIANTO, 2016 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

Rekan-rekan,

Pada hari Minggu Paskah VI tahun C ini dibacakan Yoh 14:23-29. Petikan ini menutup pesan-pesan Yesus kepada para murid pada penutupan perjamuan malam terakhir. Pembicaraan berikut ini agak lebih "teologis" nadanya daripada ulasan-ulasan sebelumnya. Mohon kesabaran. Memang Injil Yohanes itu Injil yang paling rohani dan baru mulai bisa dinikmati bila kita akrabi dengan menghubungkannya dengan gerak-gerik Yang Ilahi yang kita alami sendiri.

"MENURUTI FIRMANKU"

Kata-kata Yesus yang mengawali petikan hari ini menjawab pertanyaan seorang murid yang hadir dalam perjamuan terakhir, yaitu Yudas yang lain (yang bukan Yudas Iskariot yang baru saja meninggalkan kelompok itu) mengapa Yesus akan menyatakan diri kepada mereka, yakni murid-murid itu, dan bukan kepada dunia (ayat 22). Maksudnya, mengapa ada perbedaan antara murid-murid dan "dunia". Memang dalam Injil Yohanes kata "dunia" menunjuk pada tempat kekuatan-kekuatan yang mau melawan Yang Ilahi. Jawabannya, yakni ayat 23, memuat pemberitahuan bahwa Yesus dan Bapanya akan tinggal bersama dengan orang yang menuruti firman Yesus dan mendapat perkenan Yang Mahakuasa sendiri. Kedua hal ini sebetulnya cara lain untuk mengatakan "mengasihi Yesus". Awal ayat 24 mengatakan hal yang sama tetapi dengan cara menyebut kebalikannya: yang tak mengasihinya ialah orang yang tidak menuruti firmannya. Kemudian ditegaskan pada bagian kedua ayat 24 itu bahwa firman tadi datang dari Bapanya, yakni Yang Mahakuasa yang mengutus Yesus.

Santo Fidelis dari Sigmaringen Diperingati Setiap 24 April

Santo Fidelis dari Sigmaringen
Namanya ialah Mark Rey. Ia dilahirkan di Jerman pada tahun 1578. Mark menuntut ilmu di Universitas Freigburg yang termashyur untuk menjadi seorang pengacara. Semasa masih mahasiswa, ia sering mengunjungi mereka yang sakit dan yang miskin. Setiap hari ia selalu meluangkan waktu untuk berdoa. Saudaranya memutuskan untuk menjadi seorang imam Fransiskan Kapusin. Sebaliknya, Mark menamatkan kuliahnya dan menjadi seorang pengacara terkenal.

Mark seringkali membela perkara kaum miskin yang tidak memiliki uang untuk membayar. Oleh sebab itulah ia dijuluki, “Pengacara Orang Miskin.” Karena Mark seorang yang jujur, ia menjadi muak dengan ketidakjujuran yang terjadi dalam pengadilan. Ia memutuskan untuk mengikuti jejak saudaranya dan menjadi seorang imam. Mark menerima jubahnya dan memilih nama Fidelis, yang berarti “setia.”

Pastor Dermawan dan Si Kaya Kikir

Seorang pria bertubuh besar dan tegap mengunjungi pastor di pastoran. Pastor ini terkenal karena belas kasih dan amalnya.

"Bapa," katanya dengan suara sedih, "Saya hendal menyampaikan sesuatu kepada Anda tentang nasib yang memperihatinkan dan mengerikan dari suatu keluarga miskin di paroki ini. 
Sang ayah baru saja meninggal, sang ibu terlalu tua dan sakit-sakitan untuk bekerja, dan sembilan anak-anak yang sedang kelaparan.
Mereka akan diusir keluar dari rumah sewa dan akan kedinginan di jalan-jalan kosong kecuali seseorang mau membayar sewa mereka, yang berjumlah $400.

"Sungguh mengerikan!" Seru si pastor. "Bolehkah saya bertanya siapa Anda?"

Sang pria yang kelihatan simpatik menyeka saputangan ke matanya. "saya pemilik rumah sewa," isaknya.

Post artikel "Kisah Kocak Yang Membuat Bijak" lainnya:





Injil Minggu Paskah V Tahun C - April 2016

Injil Minggu Paskah V Tahun C - April 2016 - Yoh 13:31-33a.34-35

By A. Gianto on April, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan

PESAN-PESAN BAGI PARA MURID

Rekan-rekan yang budiman!

Yoh 13:31-33a.34-35 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah V tahun C ini memuat pesan-pesan terpenting Yesus kepada murid-muridnya. Boleh dikata, ini juga warisan terbesar bagi mereka yang telah mengikutinya, mendengarkan ajarannya, menyaksikan tindakan-tindakannya bagi mereka yang membutuhkan pertolongannya.

PERJAMUAN TERAKHIR

Kata-kata Yesus yang disampaikan Yohanes dalam Injil hari ini diucapkannya pada waktu makan malam yang penghabisan kalinya bersama murid-muridnya. Pada kesempatan itu Yesus mengatakan bahwa salah seorang dari mereka akan menyerahkannya (Yoh 13:21-30). Hubungan guru-murid yang hingga saat itu baik kini mulai diganggu kekuatan gelap. Kelompok ini tidak lepas dari kelemahan manusiawi juga. Murid-murid bengong dan Petrus meminta Yohanes (“murid yang dikasihi”) bertanya siapa yang dimaksud. Yesus menjawab bahwa dia yang akan diberinya roti sesudah dicelupkannya, itulah orangnya. Kemudian ia memberikan roti itu kepada Yudas Iskariot. Tapi juga dikatakan dalam Injil Yohanes bahwa sesudah itu Yudas kerasukan Iblis (Yoh 13:27). Bagi Yohanes, Yesus sadar betul akan hal ini. Yesus berkata kepada Yudas agar ia segera pergi melakukan apa yang hendak diperbuatnya. Dan Yudas pun keluar. Murid-murid tidak menangkap arti kejadian itu. Mereka mengira Yesus menyuruh Yudas, pemegang kas mereka, untuk pergi membeli sesuatu.

Tuhan, Takdir, & Setan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, agamawan atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan seorang guru untuk menjawab pertanyaan pemuda tersebut.

Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Guru : Saya hamba Tuhan dan dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan Anda

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.