Featured Post

Berterima Kasih Atas Segala Hal

Seorang anak kecil usia 4 tahun diminta untuk berterima kasih saat doa sebelum makan malam Natal. Para anggota keluarga menundukkan kepala...

Hari Minggu Biasa XXXIII - C - 2013 - Homili Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Sumber: arsip dari www.imankatolik.or.id


HARI MINGGU BIASA XXXIII/C/2013

Mal 4:1-2a 2 Tes 3:7-12 Luk 21:5-19

PENGANTAR

Dalam Injil Lukas hari ini diceriterakan, bahwa murid-murid Yesus kagum melihat kebesaran dan keagungan Bait Allah di Yerusalem. Kita pun sekarang di Jakarta melihat dan mengagumi banyak rumah-rumah ibadat pelbagai agama yang indah dan megah! Mari kita mencoba memahami bagaimana reaksi Yesus atas murid-murid-Nya duapuluh abad yang lalu itu. Tetapi juga bagaimana kiranya reaksi-Nya terhadap kita sebagai murid-murid-Nya di abad kita sekarang ini.


HOMILI

Sementara murid-murid-Nya mengagumi bangunan Bait Allah, Ia berkata:
“Akan datang harinya segala yang kamu lihat itu akan diruntuhkan, dan tidak ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain”. Terkejut mendengar kata-kata-Nya itu mereka pun bertanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Yesus tidak menjawab menurut perhitungan dengan pengetahuan ilmu fisika, geologi, kimia dan sebagainya yang kini makin begitu maju. Yesus menjawab pertanyaan mereka melalui segi keagamaan, spiritual, rohaniah atau secara etis. Ia sebenarnya memang mau menggambarkan situasi yang akan terjadi pada akhir zaman, yang pasti akan datang. Namun Yesus sendiri tidak tahu kapan akhir zaman akan terjadi. Yang akan terjadi kelak mulai zaman Yesus sampai sekarang pun sudah berlangsung.

Yesus menggambarkan situasi itu dengan menyebut tiga ciri gejala-gejala ini:
  1. Akan ada nabi-nabi palsu.
  2. Akan terjadi aneka bencana.
  3. Gereja dan anggota-anggotanya akan mengalami penderitaan.
Akan datang tokoh-tokoh yang tampil dan menganggap dirinya sebagai nabi palsu atau sebagai pemimpin agama yang membawa ajaran iman akan Allah, yang bertentangan dengan ajaran agama/kepercayaan tentang Kristus, yang dipegang teguh oleh Gereja Katolik. Menghadapi itu Yesus menegaskan: jangan ikuti mereka!

Ada aneka bencana yang dialami manusia. Ada bencana alam seperti gempa bumi, gunung berapi yang meletus, tsunami seperti di Indonesia di Aceh, Jepang dan bencana Haiyan baru-baru ini Filipina. Ada bencana alam yang disebabkan oleh penyalahgunaan manusia. Di samping itu ada perang, pertengkaran antar bangsa atau suku. Bahkan ada bencana perang ekonomi, yang dapat merupakan kemakmuran tetapi juga kemiskinan bangsa-bangsa. Namun Yesus berkata: ini tidak berarti bahwa akhir zaman sudah akan datang!

Akhirnya ada pula penderitaan Gereja, baik yang dialami sebagai keseluruhan maupun yang dialami oleh anggota-anggotanya di banyak negara. Dalam sejarah perjalanannya selama duapuluh abad Gereja telah mengalaminya. Sangat banyak jumlah umat kristiani, yang karena iman mereka dan demi nama Yesus Kristus, rela menderita dan mengorbankan hidup mereka. Terutama di negara-negara, di mana umat kristiani merupakan minoritas, banyak di antara mereka mengalami penderitaan, yang bukan langsung secara fisik, tetapi misalnya harus dilindungi, namun sebaliknya justru tidak atau kurang diperhatikan atau dihargai hak-haknya sebagai warganegara yang sama, meskipun berbeda agamanya. Yesus menegaskan lagi, bahwa penderitaan yang dialami Gereja-Nya, bukanlah tanda datangnya akhir zaman! Menghadapi situasi serupa itu, seperti dahulu di hadapi umat kristiani perdana, Yesus bersabda: “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”.

Pesan Yesus dalam Injil hari ini ialah, bahwa tetap adanya nabi-nabi palsu, bencana dan pertentangan antar manusia, serta penderitaan Gereja, - semua itu bukanlah tanda akan datangnya akhir zaman. Situasi itu akan tetap kita jumpai dalam hidup kita, karena kita semua adalah manusia, yang pada dasarnya memang sudah ditebus atau diselamatkan oleh Kristus, namun harus bersedia memenuhi syarat-syaratnya. Apa syaratnya?

Syaratnya ialah: iman. Bahwa akhir zaman akan tiba, sudah pasti. Tetapi kapan itu akan terjadi, Yesus pun mengatakan tidak tahu! Iman memberi kepastian tentang apa yang akan terjadi, tetapi bukan kapan. Orang yang ingin tahu kapan akhir zaman akan terjadi, ia tidak berbicara dengan iman. Orang yang sungguh beriman, siapapun juga, akan hidup melalui kesulitan-kesulitan yang disebut Yesus. Memang bisa dipahami bahwa ia tidak mudah untuk menerimanya, namun berkat imannya yang kokoh ia selalu ingat akan kata-kata Yesus ini: “Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi”, dan “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”.

Pesan Injil hari ini mengingatkan dan mengajak kita, supaya dalam mengalami kesulitan dalam hidup, kita harus makin menyadari apa artinya hidup sebagai orang yang sungguh beriman. Untuk hidup sebagai orang beriman, tidak cukup hidup mencari kepastian hanya dengan perhitungan atau pemikiran belaka, melainkan sambil berpegangan pada iman, yang berarti sungguh percaya akan ajaran dan teladan sikap hidup Kristus.


Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

No comments:

Post a Comment