Featured Post

Berterima Kasih Atas Segala Hal

Seorang anak kecil usia 4 tahun diminta untuk berterima kasih saat doa sebelum makan malam Natal. Para anggota keluarga menundukkan kepala...

Minggu Biasa X/B 2018

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Biasa X/B
(Mrk 3:20-25)

A. Gianto


Rekan-rekan yang baik!

Mrk 3:20-35 (Injil Minggu Biasa X tahun B) mengisahkan bagaimana tokoh Yesus yang dikagumi, diterima, dan diikuti orang banyak itu justru dianggap tidak waras oleh orang-orang yang paling dekat dengannya. Para ahli kitab dari Yerusalem, yakni para ulama yang dihormati, malah beranggapan Yesus itu dirasuki setan. Mengapa begitu? Bagaimana sikap Yesus? Pengajaran mana dapat dipetik dari bacaan Injil kali ini?

TOKOH KONTROVERSIAL…BAGI SIAPA?

Godaan Pikiran

Ada seorang asing sedang mencari Bapa Kepala Biara di biara Sceta. "Aku ingin membuat hidupku lebih baik," katanya.

"Tapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memiliki pikiran yang berdosa." 

Sang Bapa Kepala Biara sedang memperhatikan bahwa angin bertiup dengan cepat di luar sana, dan kemudian berkata kepada orang asing itu: "Hawa disini panas sekali. Aku ingin tahu apakah engkau bisa menangkap sedikit angin di luar dan membawanya ke sini untuk mendinginkan ruangan."

Doa Anak Kecil Sebelum Tidur

Seorang anak lelaki kecil sedang berlutut di samping tempat tidurnya bersama ibu dan neneknya dan dengan lembut mengucapkan doa-doanya, "Ya Tuhan, tolong berkati nenek, ibu dan ayah dan semua keluarga dan tolong beri aku tidur yang nyenyak malam ini."

Tiba-tiba dia mendongak dan berteriak, "DAN JANGAN LUPA BERI SAYA SEPEDA UNTUK ULANG TAHUN SAYA!!"

Minggu Tubuh dan Darah Kristus

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Tubuh dan Darah Kristus

Dalam Kesatuan Batin
A. Gianto

PERISTIWA yang dikisahkan dalam Injil bagi pesta Tubuh dan Darah Kristus kali ini dikaitkan Markus dengan Perjamuan Paskah Yahudi (Mrk 14:12-16). Begitu pula dalam Injil Matius dan Lukas (Mat 26:2. 17-19; Luk 22:7-14) yang memang ditulis atas dasar bahan Markus. Yohanes lain. Baginya, peristiwa itu bukan Perjamuan Paskah, melainkan perjamuan perpisahan Yesus dengan murid-muridnya. Pada hari Paskah Yahudi sendiri, menurut Yohanes, Yesus sudah meninggal (bdk. Yoh 18:28; 19:14) dan justru wafatnya diartikannya sebagai korban domba Paskah. Pembicaraan kali ini tidak mencakup Mrk12: 22-26 yang ikut dibacakan pada perayaan kali ini.

Kapan Terjadi?

Arti Kehidupan dan Rancangan Tuhan

Ada cerita tentang sebuah ulat. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di tanah, dan selalu iri pada burung yang bisa terbang dan marah pada nasib dan bentuk tubuhnya. "Aku adalah makhluk yang paling tidak disukai dari semua makhluk," pikirnya.

"Jelek, menjijikkan, dan dikutuk untuk merangkak di tanah." 

Suatu hari, Sang Bunda Alam Semesta, meminta ulat untuk membuat kepompong. Ulat itu kaget - karena ia tidak pernah membuat kepompong sebelumnya. Dia mengira bahwa dia sedang membuat kuburan untuk dirinya sendiri, dan bersiap-siap untuk mati.

Hari Raya Tritunggal Mahakudus 2018

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Hari Raya Tritunggal Mahakudus

A. Gianto


Rekan-rekan yang budiman!

Seperti diperintahkan sang Guru, para murid kini berkumpul di Galilea. Yesus sendiri telah mendahului mereka. Begitulah, seperti disampaikan Matius pada akhir Injil pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus tahun ini (Mat 28:16-20), di Galilea, di sebuah bukit yang ditunjukkan sang Guru, mereka melihat Yesus dan mengenali kebesarannya, dan mereka sujud kepadanya. Kepada mereka ia menegaskan bahwa semua kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepadanya (ay. 18); sehingga tak perlu lagi ada keraguan (terungkap pada akhir ay. 17). Para murid diminta memperlakukan semua bangsa sebagai muridnya dan membaptis mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (ay. 19-20a). Ia juga berjanji menyertai mereka hingga akhir zaman (ay. 20b).