Featured Post

Berterima Kasih Atas Segala Hal

Seorang anak kecil usia 4 tahun diminta untuk berterima kasih saat doa sebelum makan malam Natal. Para anggota keluarga menundukkan kepala...

Minggu Adven IV - A - 2013 - Homili Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Sumber: arsip dari www.imankatolik.or.id

MINGGU ADVEN IV/A/2013

Yes 7:10-14 Rm 1:1-7 Mat 1:18-24

PENGANTAR

Dalam Misa Minggu Adven IV/A hari ini, Bacaan dari Yesaya, Paulus dan Injil Matius, ketiga-tiganya memberitahukan kepada kita hal kelahiran Almasih. Masing-masing bacaan mempunyai sifat dan isinya yang khusus. Dalam khotbah-khotbah tentang Injil Mat 1:18-24 kerapkali dikemukakan peranan dan jasa St. Yusuf untuk keluarga kudus di Nasaret. Yaitu mulai dengan kesediaannya menerima Maria tunangannya yang mengandung sebagai isterinya. Dan juga tanggungjawabnya mendampingi pertumbuhanYesus sejak masa kanak-kanak sampai dewasa.- Tetapi hari ini dengan mendengarkan berita gembira tentang kelahiran Yesus Penebus kita, marilah kita juga merenungkan makna kelahiran kita masing-masing sebagai orang beriman.

HOMILI

Teks-teks Kitab Suci, yang dihidangkan kepada kita selama masa Adven, menggambarkan betapa sungguh besar kasih Allah kepada umat manusia yang diciptakan-Nya. Umat manusia, termasuk kita semua, tidak selalu menjawab kasih Allah itu dengan hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya. Singkatnya manusia berdosa, melanggar kasih Allah . Ternyata meskipun manusia tidak menjawab kasih ilahi secara positif, namun tanggapan balik Allah terhadap jawaban manusia yang negatif itu tetap positif ! Kesungguhan kasih ilahi-Nya itu dibuktikan dengan kesediaan Putera-Nya menjadi manusia! Peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem adalah suatu fakta, bahwa Allah sungguh menjadi manusia. Suatu rahasia, suatu misteri, yang takterselami namun nyata!

Menjelang Hari Raya Natal selama masa Adven ini, ungkapan hati atau keinginan manusia sudah mulai diselenggarakan dengan pelbagai cara. Ada kelompok keagamaan yang sudah merayakan Pesta Natal secara besar-besaran. Dan di mal-mal dan toko-toko sudah tersedia penjualan barang-barang indah, dengan hiasan-hiasan Natalan yang menarik. Sebenarnya semuanya itu bukanlah salah, bahkan baik. Tetapi mengingat keterbatasan pengertian tentang arti masa Adven, dan kecenderungan manusia untuk lebih suka memilih apa yang menyenangkan daripada apa yang sebenarnya diperlukan, maka makna masa Adven yang sejati tidak atau kurang dipahami. Akibatnya perayaan Natal menjadi perayaan profan, kehilangan maknanya spiritualnya yang sejati.

Karena ketiga Bacaan Kitab Suci hari ini menyinggung hal kelahiran Almasih kita, marilah kita mencoba memahami apa makna kelahiran Yesus itu bagi kita, yang sudah dilahirkan kembali dalam permandian atas Yesus.

Kelahiran Yesus dalam istilah keagamaan kristiani disebut ‘Inkarnasi’, ‘Sabda menjadi daging’, atau penjelmaan Sabda menjadi manusia. Jadi kelahiran Yesus adalah suatu perwujudan perubahan total: Allah lahir menjadi manusia. Dan latar belakang perubahan total itu adalah kasih. Yesus yang lahir itu sungguh manusia seutuhnya seperti kita kecuali dalam hal dosa. Dengan kelahiran-Nya Yesus merupakan model sempurna, teladan manusia utuh seperti dikehendaki oleh Allah sendiri. Sejak dilahirkan dan selama hidup-Nya, yang hanya berlangsung sekitar 33 tahun, Yesus sebagai manusia dan atas nama segenap umat manusia membalas kasih abadi Allah seutuhnya. Balasan kasih kepada Bapa-Nya itu oleh Yesus sebagai manusia juga dilaksanakan dalam kasih-Nya kepada sesama manusia. Ia berbelas kasih kepada orang sakit, lapar, haus, kerasukan setan, bahkan membangkitkan kembali orang yang sudah mati. Karena Allah Bapa-Nya mengasihi semua orang, maka Yesus dilahirkan menjadi manusia untuk mengasihi semua orang juga. Seluruh hidup dan perbuatan-Nya sejak dilahirkan sampai dengan kematian-Nya di salib Yesus berbuat baik kepada sesama-Nya. Bagi Yesus dilahirkan berarti melaksanakan tugas panggilan-Nya untuk menyelamatkan manusia yang dikasihi Allah Bapa-Nya.

Apa makna kelahiran Yesus bagi kita? 

Kita semua sudah dilahirkan oleh Ibunda kita masing-masing sebagai putera-puteri manusia. Tetapi sesudah dilahirkan, hidup kita belum kita hayati seperti dikehendaki Allah sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus. Tetapi kita juga sudah dilahirkan kembali dalam pembaptisan. Kita menjadi menjadi putera-puteri Allah seperti Yesus. Karena itu karena kelahiran baru itu kita harus hidup dan berbuat seperti Yesus, menurut ajaran dan teladan-Nya. Bila tidak demikian, kelahiran baru kita sebenarnya tidak terwujud. Kita masih tetap manusia lama!

Karena itu marilah kita tekun berdoa, khususnya dalam masa Adven ini, mohon kepada Tuhan agar Yesus yang lahir di Betlehem, juga lahir di dalam hati kita! Kita mohon agar kelahiran Yesus di dalam hati kita, membuat kita lahir kembali menurut citra Yesus dalam hubungan kasih kita kepada Allah dan sesama.


Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm
kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm
Sumber: arsip dari www.imankatolik.or.id

No comments:

Post a Comment