Featured Post

Berterima Kasih Atas Segala Hal

Seorang anak kecil usia 4 tahun diminta untuk berterima kasih saat doa sebelum makan malam Natal. Para anggota keluarga menundukkan kepala...

Showing posts with label Injil Minggu Biasa III - C Januari 2016. Show all posts
Showing posts with label Injil Minggu Biasa III - C Januari 2016. Show all posts

Injil Minggu Biasa III - C Januari 2016

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Biasa III-C 24 Januari 2016 │Luk 1:1-4; 4:14-21

By A. Gianto on January, 2016 Jendela Alkitab, Mingguan

KABAR GEMBIRA DAN KEHIDUPAN UMAT

Rekan-rekan yang budiman!

Pada hari Minggu Biasa III-C tanggal 24 Januari 2016 ini dibacakan Luk 1:1-4; 4:14-21, didahului Neh 8:3-5a.6-7.9-11 dan 1 Kor 12:12-30. Berikut ini beberapa pokok yang dapat membantu memahami bacaan-bacaan itu, khususnya Injil.

IBADAT TAURAT DAN MUNCULNYA UMAT TUHAN

Suatu bentuk baru ibadat berkembang dalam masa setelah pembuangan. Unsur utamanya ialah pembacaan Taurat beserta penjelasannya. Ibadat ini lain dari ibadat kurban yang cenderung dipusatkan di Bait Allah di Yerusalem. Pada zaman pembuangan sulit meneruskan ibadat kurban karena Bait Allah runtuh dijarah. Selama masa itu lambat laun berkembanglah ibadat sabda. Ketika Bait Allah dibangun kembali dan ibadat kurban dapat dilakukan lagi, ibadat sabda tetap diteruskan dan bahkan menjadi ibadat yang makin penting dalam masyarakat Yahudi. Bacaan yang dipakai dalam ibadat itu berupa hukum-hukum adat dan agama, cerita-cerita mengenai para leluhur, peraturan-peraturan hidup bersama. Semuanya ini kemudian disusun kembali di kalangan para imam (seperti tokoh Ezra dalam bacaan pertama) dalam ujud Taurat atau kelima Kitab Musa yang memuat serangkai kisah para Bapa Bangsa (Abraham, Ishak, Yakub dan keturunannya), kisah keluaran dari Mesir, kumpulan hukum Sinai, dan perjalanan di padang gurun sebelum memasuki tanah terjanji. Petikan-petikan dari Taurat dibacakan dan dijelaskan di dalam ibadat. Oleh karenanya Taurat akhirnya menjadi kitab yang dikeramatkan. Dikisahkan dalam Neh 8:10-11 bagaimana para pemimpin mengajak umat bersuka cita merayakan pembacaan Taurat. Ibadat seperti ini kemudian dilakukan tiap hari Sabat di sinagoga atau rumah ibadat di mana saja. Setelah bacaan dan penjelasan Taurat menyusul uraian berdasarkan tulisan-tulisan lain yang lambat laun juga diterima sebagai bacaan keramat seperti halnya kitab para nabi. Luk 4:14-21 mencerminkan ibadat Sabat seperti ini. Lukas menceritakan bagian ibadat sehabis petikan dari Taurat dibacakan dan dijelaskan. Dalam kesempatan itu salah seorang dari umat, yakni Yesus, maju untuk membacakan Yes 61:1-2 dan menerapkan nubuat itu kepada dirinya.