Dia berkulit hitam, lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York, ia melewati kehidupanya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi di era itu.
Suatu hari ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”
Ia menjawab, “Mungkin $1.”
“Bisakah dijual seharga $2? Jika berhasil, berarti engkau telah membantu ayah dan ibumu,“ kata Ayahnya.
"Saya akan mencobanya.” Ia membawa pakaian itu ke stasiun kereta bawàh tanah dan menjual selama lebih dari 6 jam, akhirnya ia berhasil menjual $2 dan berlari pulang.