Agama seperti yang kita ketahui atau akui secara umum, adalah kumpulan kepercayaan, dogma, ritual, takhyul, pemujaan patung, jimat dan guru yang akan menuntun Anda kepada apa yang Anda inginkan sebagai tujuan terakhir. Kebenaran terakhir adalah proyeksi pikiran Anda, ini adalah yang Anda inginkan, yang akan membuat Anda berbahagia, yang akan memberi jaminan akan kehidupan kekal. Demikianlah batin yang terperangkap dalam semua ini menciptakan agama, agama dogma, kependetaan, takhyul dan pemujaan berhala—dan di situ Anda terperangkap, dan batin Anda mandek. Apakah itu bisa disebut agama? Apakah agama itu soal kepercayaan, soal pengetahuan tentang pengalaman dan kata-kata orang lain? Atau apakah agama itu sekadar mengikuti suatu moralitas? Anda tahu, bersikap moralis itu relatif mudah—melakukan ini dan tidak melakukan itu. Karena mudah, Anda dapat meniru suatu sistem moral. Di balik moralitas itu mendekam sang diri, tumbuh, meluas, agresif, mendominasi. Tetapi apakah itu yang disebut agama?
Featured Post
Berterima Kasih Atas Segala Hal
Seorang anak kecil usia 4 tahun diminta untuk berterima kasih saat doa sebelum makan malam Natal. Para anggota keluarga menundukkan kepala...
Showing posts with label Apakah Agama Itu Kepercayaan?. Show all posts
Showing posts with label Apakah Agama Itu Kepercayaan?. Show all posts
Subscribe to:
Posts (Atom)