Suatu hari Bruder Frans naik taxi ke bandara. Taxi melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil jeep hitam nyelonong dari tempat parkir tepat di depan kami, Sopir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil jeep hitam yang ngawur tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki-maki ke arah sopir taxi. Sopir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut.
Bruder Frans heran dan aneh dengan sikap sopir taxi tersebut. Dia pun bertanya, "Mengapa bapak tidak marah bahkan tersenyum? Bukankah orang itu hampir merusak mobil bapak dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?", tanya Bruder Frans.
Bruder Frans heran dan aneh dengan sikap sopir taxi tersebut. Dia pun bertanya, "Mengapa bapak tidak marah bahkan tersenyum? Bukankah orang itu hampir merusak mobil bapak dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?", tanya Bruder Frans.