Featured Post

Berterima Kasih Atas Segala Hal

Seorang anak kecil usia 4 tahun diminta untuk berterima kasih saat doa sebelum makan malam Natal. Para anggota keluarga menundukkan kepala...

Showing posts with label Hari Raya Pentakosta. Show all posts
Showing posts with label Hari Raya Pentakosta. Show all posts

Minggu Pentakosta 20 Mei 2018

Minggu Pentakosta 20 Mei 2018 
Yoh 15:26-27; 16:12-15


DISERU AGAR DATANG MENOLONG

Rekan-rekan yang baik!

Di kalangan umat Perjanjian Lama, Pentakosta (artinya “hari ke-50”) dirayakan 7 minggu setelah panen gandum, seperti disebutkan dalam Im 23:15-21 dan Ul 16:9-12. Perayaan ini juga disebut dalam hubungan dengan perayaan lain, lihat Kel 23:14-17; 34:22; Bil 28:26-31 dan 2Taw 8:13. Dalam perkembangan selanjutnya, hari “ke-50” ini dihitung dari tanggal 14 Nisan, yaitu Paskah Yahudi. Hari itu kemudian juga dipakai untuk memperingati turunnya Taurat kepada Musa. Di kalangan umat Kristen, peringatan “hari ke-50” ini terjadi 7 minggu setelah kebangkitan Yesus dan dirayakan sebagai hari turunnya Roh Kudus kepada para murid seperti digambarkan dalam Kis 2:1-11. Jadi perayaan 7 minggu setelah panen dari dunia Perjanjian Lama itu diterapkan dalam Perjanjian Baru pada panenan rohani yang kini mulai melimpah.

Pada hari Pentakosta tahun B ini dibacakan kata-kata Yesus dalam Yoh 15:26-27. Teks itu jelas-jelas menyebut kedatangan Penolong yang diutus Yesus dari Bapa. Bagaimana memetik warta Pentakosta khususnya bagi kita sekarang? Adakah relevansinya bagi zaman kita dan lingkungan kita sekarang?

KETABAHAN BERSAMA

Injil Hari Raya Pentakosta 4 Juni 2017

Hari Raya Pentekosta (Yoh 20:19-23 dan Kis 2:1-11) Minggu 4 Juni 2017


Apa hubungan antara Kebangkitan, Kenaikan, dan Pentekosta?

Dalam Injil Yohanes, ketiga-tiganya dipadatkan menjadi satu di dalam peristiwa penampakan Yesus yang telah bangkit kepada para murid yang sedang berkumpul (Yoh 20:19-23). Yang mereka lihat sekarang itu sama dengan dia yang telah wafat di kayu salib dan dimakamkan. Dalam hidup setelah kebangkitan, ia berbagi Roh kehidupan dengan para murid. Roh itulah yang menghidupkan semangat baru di antara mereka.

Kebangkitan – Kenaikan – Pentekosta

Hari Raya Pentakosta A/2014 - Arsip Homili Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Homili - Mgr F.X Hadisumarta O.Carm
(Arsip)

Hari Raya Pentakosta A/2014

Kis 2:1-11 1Kor 12:3b-7.12-13 Yoh 20:19-23


Pengantar

Pentakosta berasal dari kata Yunani yang berarti ke 50, yakni 50 hari sesudah Yesus bangkit. Menurut kalender liturgi, Injil yang disampaikan kepada umat pada Hari Raya Pentakosta setiap tahun berturut-turut diambil tiga kali dari Injil Johannes, meskipun kutipan yang berbeda. Dalam Injil hari ini (Tahun Litugi A) Yesus berkata: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengurus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”. Marilah kita mendengarkan dan memahami pesan yang disampaikan Yesus kepada murid-murid-Nya, tetapi juga ditujukan kepada kita sekarang ini.

Hari Raya Pentakosta 2015

Ulasan Eksegetis Injil Minggu Pentakosta, Saat Roh Kudus Turun 

BY A. GIANTO ON MAY, 2015 JENDELA ALKITAB, MINGGUAN

Rekan-rekan yang baik!

Di kalangan umat Perjanjian Lama, Pentakosta (artinya "hari ke-50") dirayakan 7 minggu setelah panen gandum, seperti disebutkan dalam Im 23:15-21 dan Ul 16:9-12. Perayaan ini juga disebut dalam hubungan dengan perayaan lain, lihat Kel 23:14-17; 34:22; Bil 28:26-31 dan 2Taw 8:13. Dalam perkembangan selanjutnya, hari "ke-50" ini dihitung dari tanggal 14 Nisan, yaitu Paskah Yahudi. Hari itu kemudian juga dipakai untuk memperingati turunnya Taurat kepada Musa. Di kalangan umat Kristen, peringatan "hari ke-50" ini terjadi 7 minggu setelah kebangkitan Yesus dan dirayakan sebagai hari turunnya Roh Kudus kepada para murid seperti digambarkan dalam Kis 2:1-11. Jadi perayaan 7 minggu setelah panen dari dunia Perjanjian Lama itu diterapkan dalam Perjanjian Baru pada panenan rohani yang kini mulai melimpah.

Injil Hari Raya Pentakosta C - 2013

Minggu 19 Mei 2013 Pentakosta

Rekan-rekan yang baik!

Di kalangan umat Perjanjian Lama, Pentakosta (artinya "hari ke-50") dirayakan 7 minggu setelah panen gandum, seperti disebutkan dalam Im 23:15-21 dan Ul 16:9-12. Perayaan ini juga disebut dalam hubungan dengan perayaan lain, lihat Kel 23:14-17; 34:22; Bil 28:26-31 dan 2Taw 8:13. Dalam perkembangan selanjutnya, hari "ke-50" ini dihitung dari tanggal 14 Nisan, yaitu Paskah Yahudi. Hari itu kemudian juga dipakai untuk memperingati turunnya Taurat kepada Musa. Di kalangan umat Kristen, peringatan "hari ke-50" ini terjadi 7 minggu setelah kebangkitan Yesus dan dirayakan sebagai hari turunnya Roh Kudus kepada para murid seperti digambarkan dalam Kis 2:1-11. Jadi perayaan 7 minggu setelah panen dari dunia Perjanjian Lama itu diterapkan dalam Perjanjian Baru pada panenan rohani yang kini mulai melimpah.

Injil Minggu Pentakosta B 2012

Hari Raya Pentakosta 27 Mei 2012 (Yoh 15:26-27)

Rekan-rekan yang baik!

Pada hari Pentakosta tahun B ini dibacakan kata-kata Yesus dalam Yoh 15:26-27. Bagaimana memetik warta Pentakosta khususnya bagi kita yang mengalami langsung atau tak langsung bencana alam di Yogyakarta 27 Mei 2006 yang lalu? Memang teks bacaan itu tidak berbicara mengenai gempa bumi atau malapetaka. Namun demikian, teks itu jelas-jelas menyebut kedatangan Penolong yang diutus Yesus dari Bapa. Adakah relevansinya bagi keadaan seperti ini?

Sabda Tuhan dapat dan semestinyalah menjadi bagian dalam kehidupan, khususnya pada saat-saat orang merasa tak berdaya, di waktu kesusahan dan penderitaan. Kita biarkan Sabda Tuhan ikut memikul beban penderitaan kita. Kita boleh berharap, upaya kita ikut menangani akibat bencana juga akan disertai kekuatan dari atas. Marilah kita pahami gerak gerik kehadiran Penolong yang diutus Yesus bagi murid-muridnya dan bagi kita juga, sekarang ini, dalam keadaan ini.

Hari Raya Pentakosta 2011 - 07 Juni

HARI RAYA PENTAKOSTA (Yoh 20:19-23 dan Kis 2:1-11)
07 Juni 2011 08:36

Rekan-rekan!
Apa hubungan antara Kebangkitan, Kenaikan, dan Pentakosta? Dalam Injil Yohanes, ketiga-tiganya dipadatkan menjadi satu di dalam peristiwa penampakan Yesus yang telah bangkit kepada para murid yang sedang berkumpul (Yoh 20:19-23). Yang mereka lihat sekarang itu sama dengan dia yang telah wafat di kayu salib dan dimakamkan. Dalam hidup setelah kebangkitan, ia berbagi Roh kehidupan dengan para murid. Roh itulah yang menghidupkan semangat baru di antara mereka.